Warga Keluhkan Bunyi Audio Walet di Desa Baru

1196
Bangunan walet di Desa Baru, Kecamatan Dusun Selatan, Barsel.

BUNTOK – Menjamurnya bangunan sarang burung walet di Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah dan sekitarnya sangat menjanjikan sekali untuk meningkatan taraf ekonomi bagi pengusaha sarang walet itu sendiri.

Namun, sarang burung walet yang dikembangkan oleh pengusaha sarang walet tersebut tidak sedikit juga menuai protes warga, seperti di Desa Baru, Kecamatan Dusun Selatan (Dusel). Pasalnya, kerasnya audio panggil burung walet tersebut sangat mengganggu kenyamanan lingkungan warga sekitar.

Kepada wartawan beritasampit.co.id, Ade (42), warga RT 06 RW II Desa Baru mengatakan, seharusnya bila menghidupkan audio panggil burung walet cukup dari pagi hari hingga menjelang senja tidak perlu hingga malam hari.

Baca Juga:   Gerakan Pramuka, Karakter Tangguh Bagi Generasi Muda

“Bahkan ada yang full 24 jam, menghidupkan audio panggil burung walet dan sangat keras. Wajarlah, bila warga sekitar protes karena merasa sangat terganggu dan merasa tidak nyaman,” katanya, Rabu (9/1/2019).

Menurut Ade, membangun sarang walet yang utama meminta izin kepada warga sekitar, jarak bangunan harus 100 meter jauh dari pemukiman padat penduduk serta memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Sehingga, warga sekitar tidak akan merasa terganggu akan audio panggil burung walet itu serta untuk mengantisipasi virus-virus penyakit yang mungkin saja diakibatkan dari sarang walet tersebut,” jelasnya.

Baca Juga:   Bupati Barsel Sampaikan Dua Raperda DPRD Barsel

(dy/beritasampit.co.id)

Editor : Irfan