Guru Desa Pedalaman Katingan, Tulis Buku Sejarah Desa Transmigrasi

1095
Keterangan Foto : Istimewa - Saiful Rohman menyerahkan 25 eksemplar buku BERAS JAMUR pasca presentasi kepada Kadisnakertrans Kalteng tanggal 12 Desember 2018 yang lalu.

KASONGAN – Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi yang menjadi tujuan program transmigrasi. Desa transmigrasi tersebar secara merata di semua kabupaten dan kota yang ada di wilayah Kalimantan Tengah.

Namun sayang sekali, cerita perjalanan desa transmigrasi jarang sekali terdokumentasikan secara rinci. Padahal, dokumentasi cerita sejarah perjalanan desa transmigrasi sangatlah menarik dan penting dikemudian hari.

Seorang guru di Desa pedalaman Jaya Makmur Kalimantan Tengah yang bernama Saiful Rohman sangat perhatian dengan masalah ini.

Sarjana lulusan pendidikan sejarah Universitas Jember tersebut melakukan penelitian tentang perjalanan desa transmigrasi Jaya Makmur, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah dari titik nol hingga menjadi Desa Inovatif Kabupaten Katingan Tahun 2018.

Baca Juga:   Sekretariat ASLI di Kediaman Yantenglie, Pertanda Apa ?

Saat ditemui Redaksi Berita Sampit di kediamannya ia mengatakan bahwa penelitian tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap dokumentasi sejarah perjalanan desa tranmigrasi.

“Sejarah perjalanan desa transmigrasi sangat menarik dan unik. Di dalamnya ada cerita bermakna yang jarang di dokumentasikan secara rinci oleh pemerintah,” terangnya.

Kini, hasil penelitian tersebut telah dibukukan. Buku hasil penelitian diterbitkan oleh PT Pustaka Media Guru Jakarta. Buku tersebut telah dibedah di Aula Disnakertrans Kalteng dengan dihadiri ratusan pejabat provinsi.

Baca Juga:   Jajaran Kementerian Agama Katingan Harus Terapkan Enam Sasaran Strategis Program Kementerian Agama

“Alhamdulillah, bapak Kadisnakertrans mengapresiasi karya ini. Beliau memberi ruang dan waktu untuk presentasi buku BERAS JAMUR pada 12 Desember 2018,” tuturnya kepada tim redaksi.

Tidak hanya itu, beragam tokoh nasional juga sudah membaca buku tersebut. Sebut saja menteri pendidikan dan kebudayaan, Muhadjir Efendy dan Maha Guru Pendidikan Indonesia Prof Arief Rahman.

Rohman berharap desa transmigrasi yang lain juga mendokumentasikan perjalanan sejarah desanya dalam bentuk buku.

(Maulana.Kawit./Beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments