Desa Jaya Makmur Penghasil Beras, Perlu Sentuhan Pemerintah

1184
Saiful Rohman Presentasi Desa Jaya Makmur di hotel Batu Suli Palangka Raya dihadiri tim media guru Jakarta

KASONGAN – Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan, Kuala Kabupaten Katingan merupakan desa penghasil beras di Katingan. Desa ini memiliki kontribusi sebagai penyedia pangan masyarakat.

Namun, sampai saat ini sebagian petani Desa Jaya Makmur hidup dalam kemiskinan.
Kenyataan ini menarik perhatian seorang ASN guru SMPN 4 Katingan Kuala Saiful Rohman, SPd. Seorang guru pendatang dari Jember Jawa Timur. Melalui media tulisan, ia sampaikan aspirasi petani beras Desa Jaya Makmur.

Bahkan, ada tiga tulisan yang mengantarkannya ke Jakarta. Dihadapan akademisi ibu kota dan sejumlah pejabat kementerian, ia sampaikan potensi dan tuntutan petani Desa Jaya Makmur.

“Saya tiga kali diundang kemendikbud Jakarta. salah satunya, saya diundang untuk presentasi tulisan berjudul TUGU-TULIT, Satu Guru – Satu Penelitian, di Hotel Millenium Jakarta 1-4 Oktober 2018 lalu. Sambil presentasi, saya selipkan aspirasi masyarakat Desa Jaya Makmur tempat saya tinggal,” jelasnya saat ditemui Wartawan beritasampit.co.id.

Baca Juga:   Sepuluh Item Prioritas Rencana Pembangunan 2019 Desa Samuda Besar Disepakati

Menurutnya, masyarakat petani Desa Jaya Makmur membutuhkan bantuan infrastruktur jalan dan cetak lahan baru.

“Infrastruktur jalan akan memudahkan distribusi hasil panen dan faktor produksi pertanian. Jalan dapat meningkatkan pendapatan petani, karena mengurangi biaya transportasi hasil panen,” lanjut Saiful.

Selain jalan, ia juga berharap pemerintah memprihatikan petani kecil dalam meningkatkan usaha pertanian mereka dengan jalan membuka lahan cetak baru khusus petani kecil.

“Petani kecil sulit mengembangkan usaha karena lahan mereka sempit. Saya pernah menghitung, untuk hidup normal petani di Desa Jaya Makmur minimal harus memiliki hektar 2 hektar per KK. Saya berharap pemerintah buka cetak lahan baru dan didistribusikan kepada petani yang memiliki lahan kurang dari 2 Hekta,” lanjutnya mengakhiri cerita kepada redaksi beritasampit.

Baca Juga:   ​Diberi Waktu 15 Menit, Warga Ini Adu Cepat Olah Urung Ketupat, Dimana Ya ?

Saat ini, Saiful sedang menunggu ISBN buku keduanya yang berjudul DESA DAN PERADABAN. Buku yang berisi cerita dan potensi Desa Pedalaman Jaya Makmur Kabupaten Katingan. Rencananya, buku tersebut diterbitkan Dee Publis Yogyakarta.

(Maulana.Kawit/Beritasampit.co.id)