Perlu Adanya Kebijakan Lindungi Keberadaan Tenaga Kerja Lokal

341
Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri.

Editor: Irfan

PALANGKA RAYA – Belakangan ini santer terdengar isu tenaga kerja berasal dari luar Kalteng diperkerjakan. Masyarakat pun bertanya-tanya apakah kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki Kalteng atau perekrutan tenaga kerja dari luar daerah merupakan salah satu kebijakan sebuah perusahaan.

Adanya isu tersebut mendapat sorotan dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri. Ia mengatakan bahwa harus ada kebijakan khususnya bagi tenaga kerja lokal di Kalteng, mengingat tidak sedikit muncul permasalahan sosial yang terjadi akibat adanya perusahaan yang terus menerus merekrut tenaga kerjanya bukan dari masyarakat lokal tapi dari masyarakat luar daerah.

Baca Juga:   Dewan dan Pemprov Kalteng Sepakati Anggaran Multiyear 1,350 Triliun

“Seharusnya kita mencoba menghindari terjadinya masalah sosial. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalteng hendaknya menyerap serta merekrut tenaga kerja lokal bukan mendatangkannya dari luar daerah,” ucap Fahrizal.

Lanjutnya, jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton saja dan menjadi pengangguran, padahal perusahaan seharusnya bisa merekrut mereka untuk menjadi pekerja dalam perusahaan tersebut.

Kemudian Fahrizal menambahkan, tenaga kerja lokal juga harus dapat bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari luar daerah.

“Jangan sampai tenaga kerja lokal hanya menjadi buruh kasar saja, sementara posisi strategis justru di pegang oleh tenaga kerja dari luar daerah,” katanya.

Baca Juga:   Ini Tanggapan Sekda Prov Kalteng, Terkait Banjir Rendam Sejumlah Titik di Kota Palangka

Karenanya, Sekda Kalteng ini berharap instansi dan lembaga terkait dapat mengawasi penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan yang beroperasi di Kalteng agar jangan sampai masyarakat lokal menjadi tidak mendapatkan pekerjaan.

“(Kami) meminta kepada masyarakat Kalteng agar dapat menjadi pekerja khususnya di bidang industri yang ada di Kalteng sehingga tidak ada lagi masyarakat lokal yang menjadi pengangguran,” tukas Fahrizal.

(apr/beritasampit.co.id)