Komisi II Minta Pemkab Kotim Perhatikan Sektor Pertanian

263
Alexius Esliter Sekertaris Komisi II DPRD Kotim

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Seketaris Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Alexius Esliter meminta kepada pemerintah daerah terutama Dinas Pertanian memperhatikan kesulitan petani. Menurutnya sektor pertanian adalah salah-satu pilar utama dalam pembangunan perekonomian di Indonesia.

“Hal ini merujuk kepada kegiatan perekonomian di Kotim juga yang hampir keseluruhan kegiatannya berpusat pada sektor pertanian dan perkebunan serta peternakan. Artinya banyak sekali sumber daya alam yang melimpah untuk sektor pertanian seperti lahan, aneka ragam tanaman pertanian, pengairan, dan iklim,” ujarnya Selasa (12/2/2019).

Baca Juga:   ​Anggota Dewan Bermain Proyek, Dapat Dikenakan Sanksi Pemberhentian

Dia menegaskan apabila dimanfaatkan dengan lebih baik serta dimaksimalkan untuk potensi pembangunan sektor pertanian maka secara ekonomi kebutuhan masyarakat akan lebih giat dalam mengelola usaha-usaha sektor 3P (Perkebunan,Pertanian dan Peternakan) tersebut.

“Kendalanya adalah, jika kita mengeksplorasi sumber daya alam secara berlebih tanpa memperhatikan kearifan lokal dan lingkungan, maka hal itu akan menyebabkan berkurang dan rusaknya sumber daya alam yang seharusnya bisa dioptimalkan untuk pembangunan sektor pertanian saat ini,” jelas Alexius.

Bahkan menurutnya Geografi dan sumber kekayaan alam merupakan aspek yang harus diperhatikan dalam pembangunan sektor pertanian saat ini sehingga perlu benar-benar dimaksimalkan dalam penggalakannya oleh pemerintah daerah ini.

Baca Juga:   ​MANTAP...Saban Minggu Pagi, DPRD Kobar Menggelar Senam Sehat Gratis Untuk Masyarakat

Menurutnya pemerintah daerah mempunyai program-program kerja kedepannya dibidang ketahanan pangan terutama meningkatkan produksi padi, perikanan dan lainnya, namun sampai saat ini program tersebut dinilai belum terlihat nyata berhasil.

“Kita sudah pernah mendapatkan bantuan dana dan melakukan cetak sawah diwilayah setan kotim namun sampai saat ini tidak jelas perkembangannya dan hasilnya pun belum terlihat,” tutupnya.

(drm/beritasampit.co.id)