Komisi II DPRD Kapuas Gali Pelaksanaan Program Serasi ke BKP Kementan

809
CINDERAMATA : HMS SETWAN FOR BS - Rombongan Komisi II DPRD Kapuas memberikan cinderamata kepada pihak BKP Kementan RI, usai melaksanakan konsultasi dan koordinasi tentang pelaksanaan Program Serasi.

KUALA KAPUAS – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Jakarta.

Kunker tersebut dalam rangka konsultasi dan koordinasi tentang pelaksanaan program Selamatkan Rawa Sejahtera Petani atau dikenal dengan Serasi.

Anggota Komisi II DPRD Kapuas H Wahyu Dinata mengatakan, pada tanggal 19 Februari 2019 kemarin telah dilakukan konsultasi dan koordinasi ke BKP Kementan tentang program Serasi.

“Alhamdulillah kita diterima oleh Bapak Samsuddin bagian Ases Pangan. Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa program tersebut fokus pada membangun SDM (sumber daya manusia) pertanian,” ujarnya dalam rilis yang diterima beritasampit.co.id, Kamis (21/2/2018).

Baca Juga:   Legislator Ini Ajak Seluruh Komponen Pelihara Jalan Perdesaan

Tentunya, lanjut politisi NasDem ini, dengan pendekatan kesejahteraan yang dilakukan melalui program Serasi tersebut yang mengembangkan lahan rawa menjadi pertanian produktif yang dapat mencapai peningkatan produktivitas padi.

“Ada 6 provinsi akan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif termasuk Kalteng, khususnya Kabupaten Kapuas. Pemanfaatan rawa ini nantinya akan saling terintegrasi antara lahan ternak, perkebunan dan sawah,” ungkap Wahyu.

Dalam pertemuan itu, anggota dewan ini menerangkan bahwa Kabupaten Kapuas sebagian besar lahan gambut, dimana lahan tersebut belum maksimal dikelola/diolah.

Baca Juga:   Nah, Pembangunan Gedung Baru di DPRD Kapuas Batal?

“Dengan program serasi itu sehingga kesejahteraan petani dapat meningkat, dapat pemenuhan gizi, daerah tidak akan kekurangan pangan dan menjadi sentra industri padi,” katanya.

Tambah Wahyu menerangkan, program Serasi ditargetkan meningkat dengan indek pertanian (IP) dari sekali tanam menjadi dua sampai tiga kali tanam (IP 300), yaitu menanam padi, jagung dan kedelai dalam satu tahun.

(irfan/beritasampit.co.id)

Komentar Facebook

comments