Tak Punya Laptop, Banyak Siswa Terpaksa Gunakan Ponsel untuk Kerjakan USBNBK

432
TERPAKSA : ANGGRA / BS - Para siswa di SMAN 1 Kurun nampak serius mengikuti simulasi Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis komputer (USBNBK) tahun 2019. Bahkan tidak sedikit diantaranya menggunakan ponsel pintar untuk mengerjakan soal ujian melalui aplikasi Exam Browser, Jumat (8/3/2019).

Editor: A Uga Gara

KUALA KURUN – SMAN 1 Kurun, Kabupaten Gunung Mas melaksanakan simulasi tahap ke II Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBNBK), Jumat (8/3/2019). Uniknya, tidak sedikit siswa yang terpaksa menggunakan ponsel pintar untuk mengakses materi ujian tersebut.

Kepala SMAN 1 Kurun, Batuah E Sanggah mengatakan, seyogianya USBNBK dikerjakan menggunakan laptop, lantaran banyak siswa yang tidak punya fasilitas tersebut akhirnya terpaksa mengandalkan ponsel pintar.

“Aplikasinya bernama Exam Browser dan bisa diunduh di Play Store. Artinya, pada pelaksanaan USBNBK nanti sebagian besar siswa kita pakai HP untuk mengerjakan soal. Meskipun kami merekomendasikan memakai laptop,” ungkap Batuah.

Meskipun begitu, pihak sekolah tidak mempermasalahkan penggunaan ponsel dalam USBNBK. Sebab tidak menyalahi aturan dan memang telah disediakan oleh pemerintah.

Baca Juga:   Suap Limbah Sawit, KPK Ambil Sampel Suara Ketua Komisi B DPRD Kalteng

“USBNBK bisa menggunakan PC/laptop atau HP dan ujiannya bersifat offline. Sedangkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tidak bisa, jadi semua peserta nantinya wajib menggunakan laptop atau PC,” katanya.

Menurutnya, sejauh ini komputer yang tersedia di SMAN 1 Kurun hanya terdapat 55 unit. Jika melihat dari sisi kebutuhan, maka masih kekurangan sebanyak 25 unit komputer.

“Jadi nanti sebagian menggunakan fasilitas komputer milik sekolah, sedangkan sisanya terpaksa meminjam dari siswa yang punya laptop,” katanya.

Berdasarkan jadwal, maka USBNBK dilaksanakan mulai Jumat tanggal 15 Maret sampai 22 Maret 2019. Adapun mata pelajaran yang diujikan, yakni MIPA, IPS, serta bahasa dan budaya.

Baca Juga:   Tindaklanjuti Perubahan UU MD3, DPD Bentuk Tatib DPD

“75 persen materi USBNBK berasal dari sekolah dan 25 persen soal sisanya dibuat oleh pemerintah pusat,” sebutnya.

Salah seorang peserta USBNBK di SMAN 1 Kurun yang namanya enggan disebut mengatakan, secara teknis dirinya tidak mengalami masalah ketika mengerjakan soal ujian menggunakan ponsel pintar.

“Kalau menurut teman-teman yang lain, kendalanya cuma dari ukuran layar HP yang kecil dan mata cepat lelah. Sehingga butuh kecermatan ekstra untuk membaca dan menjawab soal ujian. Beda dengan layar laptop yang besar,” pungkasnya.

(adn/beritasampit.co.id)