Gara-gara Telan Cairan Sperma, Wanita Ini Harus Dirawat di RS

1181
Alergi obat sang wanita dipicu kandungan di air mani pasangannya. (Foto: Thinkstock)

JAKARTA – Amankah air mani atau cairan sperma ditelan? Pertanyaan seperti itu cukup sering beredar dan menurut pakar kesehatan seksual, Dr Andri Wanananda MS, jawabannya air mani relatif aman ditelan selama berasal dari pria yang sehat dan higienis.

Namun demikian kadang ada juga beberapa kasus pengecualian tidak biasa seperti yang terjadi pada seorang wanita berusia 31 tahun dari Spanyol. Dilaporkan dalam jurnal BMJ Case Reports, sang wanita harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami reaksi alergi berat (anafilaksis).

Baca Juga:   Ketua DPRD Kota Minta Pemkot Mulai Sekarang Siapkan Sarana UNBK, Ini Jawaban Pemkot?

Sebelum jatuh sakit sang wanita diketahui sedang memberikan seks oral pada pasangan lalu menelan air maninya. Tidak lama sang wanita langsung muntah-muntah, kesulitan bernapas, dan muncul ruam merah di kulit.

Kepada dokter di Hospital General Universitari d’Alacant sang wanita mengaku punya alergi obat penisilin. Namun demikian ia tidak merasa telah mengonsumsi makanan atau obat yang aneh-aneh.

Setelah dilakukan pemeriksaan dokter menemukan ternyata air mani pasangannya yang mengandung obat antibiotik amoksilin, sejenis penisilin. Sang pasangan diketahui mengonsumsi amoksilin untuk mengobati infeksi telinga.

Baca Juga:   Iptu Arasi Tegaskan, Tidak Ada Ruang Bagi Bandar Narkoba di Kotim

“Sepengetahuan kami ini kasus pertama kecurigaan anafilaksis dipicu amoksilin pada seorang wanita setelah kontak seksual dengan pria yang mengonsumsi obat. Hipotesis kami obat ditransfer oral lewat air mani,” tulis dokter dalam jurnal yang dikutip pada Selasa (12/3/2019).

Penulis laporan mengingatkan agar orang-orang yang mungkin punya alergi obat kedepannya hati-hati terhadap risiko serupa. Disarankan memakai kondom bila tidak yakin sebelum melakukan seks oral.

Sumber: detik.com