Kronologi Penembakan di Kota Christchurch oleh Brenton Tarrant, Pihak Kepolisian New Zealand Berikan Update Kabar Terkini

2336
Masjid tempat kejadian.

New Zealand – Kabar terkini insiden penembakan di Selandia Baru dikabarkan oleh Kepolisian setempat, yakni New Zealand Police.

Dikabarkan, tindak kejahatan berupa penembakan terjadi di dua masjid Kota Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (15/3/2019) pukul 01.40 siang waktu setempat.

Kronologi peristiwa tersebut resmi dikabarkan oleh Kepolisian setempat, New Zealand Police melalui akun Twitter meeka, @nzpolice.

1. Kronologi

Dalam akun Twitternya, New Zealand Police menceritakan kronologi persitiwa terjadi.

Awalnya, polisi menerima laporan terkait penembakan di pusat Christchurch sekitar pukul 01.40 siang.

Polisi langsung menuju ke pusat lokasi kejadian.

Dalam hal itu, pihak kepolisian mengimbau warga setempat untuk tetap di dalam rumah atau ruangan dan melaporkan segala kejadian ke nomor 111.

2. Kontak senjata

Dituliskan dalam unggahan akun tersebut, situasi serius terjadi saat polisi tiba di lokasi,
Telah terjadi perlawanan dari si pelaku dan kepolisian melakukan respon dengan aktif untuk menguasai keadaan.

Polisi merekomendasikan agar penduduk di seluruh Christchurch tetap berlindung dan di dalam ruangan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Sekolah-sekolah di Christchurch dikunci hingga pemberitahuan lebih lanjut.

3. Pelaku ditangkap

Polisi melakukan pengamanan dan penangkapan terukur terhadap pelaku penembakan. Satu orang ditahan berhasil ditahan.

Disampaikan bahwa insiden tersebut telah dalam penyelidikan dan pihak kepolisian sedang bekerja untuk mengkonfimrasi fakta.

4. Korban tewas

Kepolisian setempat membenarkan adanya korban tewas dalam kejadian tersebut.

Namun pihaknya belum dapat menghitung jumlah korban tewas lantaran masih dalam tahap penanganan. Sejumlah warga juga dievakuasi lantaran terkena luka.

Dikutip dari Kompas.com, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, Jumat (15/3/2019), mengatakan, 40 orang tewas dan 20 lainnya luka parah dalam serangan teror di masjid Al Noor di kota Christchurch.

“Amat jelas insiden ini adalah sebuah serangan teroris. Dari apa yang kami tahu, serangan ini telah direncanakan dengan baik,” kata Ardern.

Baca Juga:   BAPEK Bersidang, Putuskan Pecat 33 Orang PNS

“Dua bahan peledak dipasang di kendaraan milik tersangka. Keduanya sudah ditemukan dan dijinakkan,” tambah Ardern.

Sebelumnya, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyatakan peristiwa penembakan ke masjid Al Noor di Christchurch telah mengejutkan seluruh wilayah di negara itu.

5. Masjid ditutup sementara

Kepolisian meminta warga menutup sementara masjid di Christchurch.

Lalu juga menyebarkan kabar kepada warga lainnya agar tidak ada umat yang beraktivitas sementara waktu, Polisi juga mendesak agar warga Selandia Baru waspada dan malaporkan setiap perilaku yang mencurigakan. Patroli aparat juga dilakukan secara nasional serta bantuan sedang dalam perjalanan.

6. Video penembakan dilarang keras disebarkan

Polisi menyadari ada rekaman video sadis, tragis dan menyedihkan terkait dengan insiden di Christchurch beredar online.

Kepolisian dengan tegas mendesak agar tautan video tersebut tidak dibagikan.

Kepolisian juga berupaya untuk melakukan penghapusan seluruh video rekanan apapun terkait kejadian. Update terbaru, kepolisan melalui Komisaris Polisi Mike Bush akan berbicara kepada media pukul 21.00 malam ini waktu setempat.

Yakni dengan tujuan untuk memberikan informasi terbaru mengenai insiden senjata api serius di Christchurch.

Media diminta untuk berkumpul di Royal Society, Turnbull Street, Thorndon, Wellington.

Tulis akun Twitter @nzpolice.

7. Ratusan Jamaah di Masjid

Polisi belum mengumumkan secara resmi jumlah korban jiwa.

Namun, laporan yang dirilis NZ Herald, setidaknya 30 orang meninggal dunia karena serangan ini.

Meski demikian, seorang saksi mata, Mohan Ibrahim, kepada NZ Herald mengatakan setidaknya ada 200 orang jamaah Salat Jumat di masjid Al Noor, ketika peristiwa itu terjadi.

Ibrahim mengaku, dia berhasil lolos dari serangan dengan cara kabur lewat jendela masjid.

8. Disiarkan Live

Pelaku, secara barbar menyiarkan serangan berdarah ini lewat livestreaming di sebuah akun Facebook.

Dalam video terlihat jelas, pelaku membantai jamaah masjid memakai senapan mesin.

Baca Juga:   Seminar Penanggulangan Karhutla, Ini Penjelasannya Panglima Kodam XII/Tpr

Pelaku sempat kehabisan amunisi, tapi dengan tenang mengisi amunisi, dan kembali menembaki jamaah masjid.

Diperkirakan, penembakan terjadi selama lebih enam menit.

Saksi mata juga melihat, pelaku sempat kembali ke mobil untuk mengambil amunisi, lalu masuk lagi ke masjid untuk kembali melakukan penembakan.

Kepolisian Christchurch mengatakan, pihaknya tengah berupaya dengan segala cara, untuk menghapus semua video yang terlanjur beredar di media sosial itu.

9. Satu pelaku wanita

Polisi belum merilis siapa pelaku penyerangan barbar itu.

Tapi, dilansir New Zealand Herald, juru bicara Kepolisian Christchurch, Mike Bush, mengatakan, pihaknya telah menangkap empat orang terkait serangan ini.

Mereka dikabarkan terdiri dari 3 pria dan satu wanita. Di Twitter, beredar video seorang netizen yang merekam peristiwa polisi menangkap pelaku.

Polisi harus menabrakkan mobil patroli ke mobil pelaku, demi menghentikan pelaku.

Dalam video juga terlihat polisi mengamankan pelaku dengan memaksanya tiarap di jalanan.

10. Pelaku Pakai Seragam

Seorang saksi mata yang tinggal di sekitar lokasi penembakan, Robert Weatherhead, kepada NZ Herald mengaku melihat pelaku.

Menurut Robert, pelaku merupakan orang kulit putih berambut blonde (pirang).

Dia menaksir pelaku berusia 30 hingga 40 tahun. Pelaku memakai seragam, tapi Weatherhead sulit menjelaskan rupa seragam tersebut.

Weatherhead juga mengatakan, pelaku menempelkan banyak magazin (kotak amunisi) ke kakinya.

11. Organisasi Sayap Kanan

Sebuah laporan menyebut pelaku berasal dari kelompok radikal sayap kanan Selandia baru.

Salah satu pelaku disebut merupakan warga Australia. Kelompok sayap kanan ini mengusung propaganda anti-Islam dan anti-imigran.

Polisi menyebut, serangan ini sepertinya direncanakan dengan matang.

“Jelas bahwa ini adalah sebuah serangan terorisme,”

“Dari apa yang kami tahu, serangan ini disiapkan secara terencana,”

“Polisi menemukan dua alat peledak yang dipasang di kendaraan pelaku, dan polisi sudah menjinakkannya,” ujar Perdana Meneri Selandia Baru, Jacinda Ardern. (*)

Sumber: Tribunnews.com