Tertutup Semak Belukar, Sungai Pengeringan Jalur Wengga Metropolitan Buntu

403
FOTO: IST/BS - Kondisi Sungai Pengeringan yang berada diwilayah Baamang Barat tepatnya disekitar permukiman penduduk Wengga Metro Politan, Selasa (26/3/2019).

SAMPIT – Sungai Pengeringan Jalur Wengga Metropolitan tidak dapat berfungsi alias buntu akibat terutup semak belukar. Hal ini menjadi perhatian serius Lurah Baamang Barat, Kecamatan Baamang Kabupaten Kotawaringin Timur, Paliansyah.

Dirinya meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat membantu melakukan normalisasi sungai pengeringan tersebut. Hal itu dimaksudkan agar terhindar dari banjir di permukiman penduduk setempat.

“Sungai pengeringan ini kalau tidak salah sudah ada sejak tahun 1997. Panjang sungai ini sekitar 3 kilometer yang mengalir ke sungai Baamang tepatnya di jalur Puskemas Baamang Tjilik Riwut,” ujar Lurah kepada beritasampit.co.id, Selasa (26/3/2019).

Baca Juga:   Tidak Terima Jalan Pasar Ditutup, Warga Datangi Dinas Perindagsar Kotim

Jika nanti normalisasi dapat dilakukan, Lurah bersama masyarakat juga akan ikut membantu. Sebab, Lurah kece ini berencana akan membangun keramba apung untuk ikan lele. “Jika sudah dilakukan normalisasi dan lancar, kami berencana akan meminta bantuan keramba apung di sungai pengeringan itu. Mudah-mudahan dinas Perikanan Kotim juga bisa membantu nantinya,” ucap Lurah.

(raf/beritasampit.co.id)

.