Jadikan Pemilu 2019 untuk Mempersatukan Anak Bangsa

1868
SILATURAHMI: ADISTA/BS - Para Tokoh dalam silaturahmi 'Pemilu Mempersatukan Anak Bangsa' di Gedung Nusantara III Parlemen Senayan, Kamis, (28/3/2019).

JAKARTA – Di hari kelima kampanye terbuka calon presiden dan wakil presiden, semua pihak diminta selalu gaungkan semangat perdamaian hingga memasuki hari pencoblosan pada 17 April 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan, Ketua Umum Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) Suryo Susilo dalam acara silaturahmi ‘Pemilu Mempersatukan Anak Bangsa’ di Gedung Nusantara III Parlemen Senayan, Kamis, (28/3/2019).

Hadir dalam silaturahmi tersebut diantaranya, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’aruf, Rosan Roeslani, dan Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria.

Baca Juga:   Khairul Saleh Tetap Lestarikan Adat Kesultanan Banjar

Selain itu, hadir juga anak pimpinan PKI, DN Aidit, Ilham Aidit dan putri Mayjen DI Pandjaitan, Catherine Pandjaitan.

“Kita semua disini sepakat ya, anak-anak jangan diwarisi konflik orang tua masa lalu. Mari kita bangun bangsa ini dengan semangat persatuan,” tutur Suryo mengingatkan.

Suryo mengatakan Capres-cawapres nomor urut 01 dan 02 itu merupakan putra terbaik yang terpilih untuk berkontestasi di pemilu 2019, maka jadikanlah pilpres tersebut sebagai suatu perhelatan pesta demokrasi, bukan saling bermusuhan.

Kegiatan yang digagas oleh DPR dan Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI) itu diharapkan terus berjalan, guna untuk mencairkan hubungan yang terus merenggang di masyarakat sejak pilkada DKI Jakarta.

Baca Juga:   Panglima Kodam XII/Tpr Saksikan Open Archery Championship 2018

“Jadi, silaturahmi Ini bisa menurunkan suhu politik yang semakin memanas, untuk merekatkan lagi hubungan kita secara harmonis,” tandasnya.

Untuk itu, kampanye pilpres yang telah dimulai dari Minggu (24/3) hingga 13 April saat masa tenang nantinya diharapkan berjalan aman, damai dan sejuk.

“Semoga tidak terjadi konflik. Oleh karena itu, kita upayakan semaksimal mungkin, agar tidak terjadi apa-apa. Karena lebih baik kita mencegah konflik daripada mengobatinya,” pungkas Suryo Susilo.

(dis/beritasampit.co.id)