Guru PAUD dan Orang Tua Diajari Cara Mengetahui Kecerdasan Anak

634
FOTO BERSAMA : ARIFIB/BS-Kepala Disdik Kotim didampingi pembicara STIFIn Kalteng berfoto bersama guru PAUD dan para orang tua usai seminar parenting di BPG Mini, Sampit. 

Editor: A Uga Gara

SAMPIT – Sebanyak 260 Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan para orang tua diajari bagaimana cara awal mengetahui perkembangan generik kecerdasan anak. Mereka diajari melalui seminar parenting berbasis STIFIn yang dipusatkan di BPG Mini, Sampit, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotim, Minggu (14/4/2019).

Kepala Disdik Kabupaten Kotim Suparmadi mengapresiasi program yang dilaksanakan bidang pembinaan PAUD dan PNF. Sebab, memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan para guru dan orang tua bagaimana cara mengetahui kecerdasan anak.

“Melalui seminar ini, kami harapkan kepada guru PAUD dan para orang tua yang memiliki anak akan mengetahui dan memahami genetik kecerdasan anak kemudian mengarahkan sesuai bakat dan potensi yang dimiliki anak,” ujarnya usai membuka kegiatan.

Baca Juga:   Hari Pangan Sedunia, Dekape Kotim Gelar Lomba Cipta Menu BBSA

Sementara itu, narasumber Puji Ika Rahayu menjelaskan, cara mengetahui genetik kecerdasan anak bisa melalui tes STIFIn.

Tes STIFIn ini, lanjutnya, melalui tiga metode salah satunya tes DNA pada anak. “Hasilnya terlihat tingkat genetik kecerdasan anak setelah 5 sampai 7 hari dilakukan tes tersebut,” katanya yang juga sebagai Kepala Cabang STIFIn Kalteng ini.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdik Kabupaten Kotim Luci Dian Andayani menambahkan, terselenggaranya kegiatan ini demi memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan kepada guru PAUD dan para orang tua.

Baca Juga:   ​Amankan Malam Takbiran, Polres Kotim Terjunkan 150 Personel

“Kegiatan ini kami hanya mengatakan satu kata yakni, positif. Artinya, demi generasi bangsa agar para guru dan orang tua mengetahui sejak dini apa saja potensi yang ada pada diri anak,” tegasnya.

Ketua penyelenggara Lilis Windarwati mengucapkan terima kasih kepada ratusan peserta yang hadir demi mengetahui bagaimana cara memahami generik kecerdasan anak.

(arifin/beritasampit.co.id)