Kata Kepala SMA PGRI 2 Sampit, Lulusan SMA Diciptakan Bukan Masuk Kerja

    Editor: Irfan

    SAMPIT – Sebanyak 57 siswa SMA PGRI 2 Sampit, Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur akan lulus tahun pelajaran 2018/2019. Mereka didorong untuk tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan.

    800

    “Lulusan SMA diciptakan bukan masuk dunia kerja seperti lulusan sekolah kejuruan. Akan tetapi, kelulusannya diciptakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujar Kepala SMA PGRI 2 Sampit, Rohmad Widiyanto pada acara Purna wiyata ke 14 dan peresmian bangunan SMA PGRI 2 Sampit, Senin (22/4/2019).

    Menurutnya, para orang tua siswa kelas XII SMA PGRI 2 Sampit rata-rata ekonomi mampu sehingga, dianggap bisa untuk menyekolahkan anak sampai ke jenjang lebih tinggi.

    “Mohon dukungan orang tua karena anak-anak semangat belajar sangat tinggi. Saya optimis para orang tua mampu dan tinggal mendorong anak agar tetap melanjutkan pendidikan,” kata mantan guru SMA Negeri 3 Sampit ini.

    Senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim Suparmadi. Dia juga mengharapkan agar siswa yang lulus untuk tetap melanjutkan pendidikan.
    “Harapan ke depan semua siswa lulus. Kami harapkam teruskan pendidikan. Jangan sampai anak ke depannya menjadi penonton tapi diharapkan jadi pemain karena persaingan ke depannya lebih ketat,” sarannya yang juga menjabat Ketua PD PGRI Kabupaten Kotim ini.

    (arifin/beritasampit.co.id)