Abaikan Guru, Siswa Tetap Coret Seragam

1321
AKSI CORETAN : Dua pelajar di Kotim setelah kelulusan melakukan aksi coret-coret seragam. (Foto:ARIFIN)

Editor: Akhiruddin

SAMPIT – Euforia pelajar jenjang SMA/MA dan SMK di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sulit tercegah. Imbauan agar tidak lakukan coret banu seragam setelah kelulusan tidak digubris.

Pantauan beritasampit.co.id, aksi coret seragam putih dan celana abu-abu menggunakan cat semprot memang sulit terhindarkan. Walaupun, pihak sekolah sebelumnya sudah mewanti-wanti agar lebih baik seragam disumbangkan kepada adik-adik kelas.

Aksi coretan baju seragam itu tidak dilakukan dihalaman sekolah atau dalam ruangan kelas. Para pelajar lebih memilih di luar sekolah karena bebas dan aman dari pantauan guru maupun kepala sekolah.

Baca Juga:   Polairud Sosialisasikan Program Program Kapal Melek Huruf Kepada Warga dan Anak-anak di Pesisir Sungai Mentaya

Seperti yang terlihat di Jalan Ir H Juanda Kelurahan Mentawa Baru (MB) Hilir, Kecamatan MB Ketapang. Tampak beberapa pelajar mengendarai kendaraan roda dua sedang menuju Desa Telaga Baru.

Selain itu, aksi konvoi dijalanan juga dilakukan para pelajar setelah coret baju seragam. “Coba lihat, mereka lagi konvoi,” celetuk Anto saat menyaksikan pelajar dengan baju seragam penuh coretan saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman arah bundaran Balanga, Sampit.

Menurut Anto, tradisi coret seragam dan konvoi di jalan rata hampir setiap tahun terlihat aksinya dan memang sulit untuk dihindari.

Baca Juga:   Waduh, Belum Lama Di Rigid Jalan Bapeang Banyak Berlubang

“Mungkin karena merasa sudah lulus dan perlu ada kenangan, akhirnya baju seragam dipilok. Dan ini memang sudah tradisi dari zaman dulu sampai sekarang,” ujar pria berprofesi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Kotim.

Sebab, pada zaman Anto dulu aksi coret seragam dan konvoi di jalan raya sudah ada. “Sekitar tahun 2014. Ya sama, seperti zaman milenial sekarang,” pungkasnya. (ifin/beritasampit.co.id)