GP Ansor Tegas Menolak People Power

1868
Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Ist

Editor: A Uga Gara

JAKARTA- Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor DKI Jakarta, Abdul Aziz menegaskan, pihaknya akan menolak rencana aksi people power pada 22 Mei mendatang untuk melengserkan pemerintahan yang sah.

“GP Ansor DKI menolak aksi tersebut, karena tidak ada bedanya dengan perbuatan makar,” ujar Abdul di Jakarta, Selasa, (14/5/2019).

Abdul menjelaskan bahwa pengarahan massa untuk gerakan people pada 22 Mei bersamaan dengan pengumuman resmi hasil pilpres oleh KPU itu akan mengancam keamanan dan mengganggu kestabilan Negara.

Baca Juga:   Polisi Terus Kejar Empat Tahanan Yang Kabur Hingga Kehutan

Untuk itu, GP Ansor DKI mengajak seluruh rakyat menghindari ajakan people power tersebut, karena selain membuat kondisi negara tidak kondusif, gerakan itu juga berdampak merusak kesucian bulan suci ramadan.

Mesti begitu, beber Abdul, GP Ansor dalam hal ini sudah menyiagakan seribu anggota Barisan Serbaguna Ansor Nahdatul Ulama (Banser NU) untuk menjaga KPU sekaligus membantu pihak pengamanan di lokasi.

“Massa kita udah siap untuk tanggal 22, sama-sama jaga KPU. Kita akan long march dari PBNU Ke KPU sekaligus untuk menjaga capres KH Ma’ruf Amin,” pungkas Abdul Aziz.

Baca Juga:   Juru Bicara TPNPB: Kalau Berani Sebaiknya TNI Undang PBB ke Timika dan Nduga

(dis/beritasampit.co.id)