Pemagangan Mahasiswa LPK BHS Sampit, Lima Hotel Siap Tampung

839
SIAP MAGANG : ARIFIN/BS- Mahasiswa LPK BHS Sampit berfoto bersama perwakilan Disnakertrans Kalteng dan Kotim, Pimpinan dan Manager Hotel usai pembukaan program pemagangan.

Editor: A Uga Gara

SAMPIT – Puluhan mahasiswa yang menuntut pendidikan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Borneo Hospitality School (BHS) Sampit jurusan perhotelan ikut pemagangan selama 4 bulan. Menariknya, sudah ada lima hotel yang siap menampung.

Pimpinan LPK BHS Sampit Eko Supriyanto mengatakan, pemagangan ini ada kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

“Pemagangan ini sudah kesekian kalinya, bahkan ada lima hotel di Sampit yang sudah menampung,” ujar Eko usai pembukaan penyelenggaraan program pemagangan dalam negeri kejuruan perhotelan, bertempat Jalan Taman Siswa 1, Sampit, Selasa (14/5/2019) sore.

Baca Juga:   Bentuk Karakter Anak, Sekolah Alam Kasongan Gunakan Cara Ini?

Eko menyebutkan, ada lima hotel yang sudah siap menampung pemagangan dalam negeri bagi mahasiswa LPK BHS Sampit diantaranya, Hotel Werra, Hotel Wella, Hotel Midtown, Hotel Vivo dan Grand Hotel.

“Mahasiswa yang ikut pemagangan dalam negeri 2019 ini telah mengikuti pendidikan dan dimagangkan selama 4 bulan. Bahkan, LPK BHS Sampit telah mengadakan kerja sama dengan 24 hotel seluruh indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Provinsi Kalteng melalui Bidang Pelatihan dan Produktifitas Pujo Harianto menjelaskan, melalui pemagangan mahasiswa akan mempraktikan materi yang diterima selama mengecap pendidikan di lembaga ini.

Baca Juga:   "Pakar Komputer" Kumpul di Gedung Wanita. Ada Apa ya?

“Magang ini jangan dijadikan momok. Tapi, jadikan sebagai untuk memantapkan keterampilan dan pengalaman tentang perhotelan,” ujarnya dihadapan yang hadir pada acara pembukaan tersebut.

Senada diungkapkan Kepala Disnakertrans Kabupaten Kotim melalui Bidang Pelatihan dan Produktifitas Janus. Dia juga menekankan bahwa magang memang harus dilaksanakan karena bagian dari pelatihan.

“Pesan kepala dinas, benar-benarlah menjmba ilmu pengetahuan pada saat pemagangan. Apalagi waktu pemagangan cukup lama yakni empat bulan,” sarannya.

(ifin/beritasampit.co.id)