Anggota Dewan Ini Minta Sekolah Liburkan Siswa Selama Ramadan

171
Keterangan foto : AR/BS - Anggota DPRD Katingan Akhmad Saifudi

Editor : Maulana Kawit

KASONGAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRD) Katingan, Ahmad Syaifudi, mengatakan seharusnya pihak sekolah baik di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat meliburkan siswanya di bulan suci Ramadan 1440 Hijriah ini selama satu bulan penuh.

“Bukannya libur Satu Pekan di awal Ramadhan dan satu pekan menjelang hari raya Idul Fitri,” kata Akhmad Saifudi, Rabu (16/5/2019) kepada wartawan.

Pasalnya, libur pada bulan ramadan menurutnya siswa bisa lebih banyak menempa kegiatan dalam membentuk karakternya. Seperti meinternalisasi nilai-nilai pendidikan agama dan karakter ke dalam peserta didik, khususnya di kalangan anak didik yang beragama Islam.

“Sebab, melakukan puasa di bulan Ramadan selama satu bulan penuh bukan saja merupakan hal yang wajib bagi Muslim, tapi juga bagian proses internalisasi nilai-nilai pendidikan dan kemanusiaan,” terangnya.

Baca Juga:   10 Raperda yang Sudah Dibahas Ingin Dijadwal Ulang

Selain itu berpuasa membutuhkan ketekunan hati saat melakukannya, dan dari ketekunan itulah lahir kualitas puasa dan hidup yang humanis. Oleh karena itu, meningkatnya kualitas hidup, bukan karena kita mampu menahan makan dan minum, melainkan menahan hawa nafsu yang sudah melekat pada diri setiap manusia.

Selain itu, puasa juga mengajarkan orang yang melaksanakannya untuk bisa bersikap lebih kritis dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Artinya, jika seseorang terlatih untuk bersikap kritis dan introspeksi diri terhadap perso’alan sosial yang timbul dimasyarakat, maka muncul pula kekuatan dan keberanian moral untuk melakukan koreksi dan tindakan perbaikan bersama-sama.

“Oleh karena itu, dalam upaya membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan berakhlak sudah seharusnya bulan Ramadan ini, semua sekolah diliburkan,” tandas legislator parpol berlambang pohon beringin ini.

Baca Juga:   Kata Penyang, Pertanian di Tasik Payawan dan Kamipang Cukup Berhasil

Sekedar kita ketahui, lanjutnya, dalam bulan Ramadan, khususnya kaum Muslim di seluruh dunia, waktu mereka lebih banyak terfokus untuk melaksanakan ibadah puasa yang wajib dilaksanakan sebulan penuh setiap tahunnya, dan di tambah pula dengan sunat-sunat lainnya.

Seperti melaksanakan salat tarawaih dan tadarusan baik di rumah maupun di Masjid dan Musholla. Bahkan, ada pula yang ikut melibatkan dirinya di yayasan keagamaan sebagai peserta pesantren kilat.

“Sehingga, jika mereka dipaksanakan untuk menimba ilmu di sekolah dalam keadaan ngantuk, haus dan lapar, saya yakin ilmu yang diajarkan oleh para gurunya itu sulit masuk ke otak siswa tersebut,” pungkasnya.

(ar/beritasampit.co.id)