Horee!! Anggota Kelompok Tani Dapat Bantuan Rp 25 Juta

236
SOSIALISASI - Program peremajaan kelapa sawit pekebun yang disosialisasikan pemerintah digelar di BPG Sukamara, Rabu (15/5/2019).

Editor : Maulana Kawit

SUKAMARA – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sukamara, Irlan Khodriansyah mengatakan bahwa setiap anggota petani kelapa sawit akan mendapat bantuan berupa hibah dana sebesar Rp 25 juta perhektar dalam program peremajaan kelapa sawit pekebun.

Menurut Irlan, ada tiga syarat agar petani dapat mengusulkan program peremajaan kelapa sawit tersebut yaitu usia tanaman diatas 25 tahun, produktifitas atau hasil panen dibawah 10 Ton perhentar pertahun, penggunaan bibit kelapa sawit yang tidak jelas.

“Ini yang boleh diikutkan dalam program peremajaan kelapa sawit pekebun ini, setiap anggota nanti akan mendapat Rp 25 juta berupa bantuan dalam bentuk hibah,” ucap Irlan saat acara sosialisasi peremajaan kelapa sawit pekebun di BPG Sukamara, Rabu (15/5/2019).

Baca Juga:   LINDUNGI ANAK: Penjual Jajanan Sekolah Bakal Didata

Menurutnya, penggunaan dana tersebut akan dikelola oleh ketua kelompok, gapoktan atau koperasi dan pemanfaatan dana ini berdasarkan RAB yang dibuat oleh masing kelompok.

“Dari dana Rp 25 juta untuk apa saja, misalnya untuk pengelolaan lahan, untuk pembelian benih sekian-sekian dan penyalurannya juga bertahap sesuai dengan yang mereka rencanakan,” terang Irlan.

Pemerintah Kabupaten Sukamara menggelar sosialisasi peremajaan kelapa sawit pekebun yang diikuti petani kelapa sawit, kelompok tani, gapoktan serta koperasi kelapa sawit.

Pasalnya masih banyak masyarakat di Sukamara yang menanam kelapa sawit dengan menggunakan bibit yang tidak bersertifikat, sehingga sangat merugikan, mulai dari hasil panen yang tidam maksimal serta harja jual yang rendah.

Baca Juga:   PUPR Perbaiki Jembatan Penghubung Cabang Barat – Sungai Tabuk

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mempersiapkan petani kelapa sawit kita untuk bisa bersaing dengan cara mempunyai sertifikat ISPO. Hal ini menjadi wajib agar dapat menjual hasil panennya, karena saat ini aturan PBS akan diperketat,” tukas Irlan.

(enn/beritasampit.co.id)