Kopi Bubuk Hitam Mulai Langka Dipasaran

2600
LANGKA : ARIFIN/BS – Pedagang PPM Sampit Maria saat memperlihatkan kopi bubuk hitam berbentuk saset karena bungkus besar langka dipasaran.

Editor: A Uga Gara
SAMPIT – Sejumlah penikmat kopi bubuk hitam cap Kapten terpaksa mengeluh. Penyebabnya, kopi bungkus besar sudah mulai langka dipasaran. Sedangkan kopi berbentuk saset masih banyak beredar.

“Sejak beberapa hari saya mau beli kopi bubuk hitam cap Kapten terutama bungkus besa, hampir seluruh warung tidak ada yang jual. Kalau bungkus saset banyak,” kata Syarifudin pencinta kopi hitam.

Apa yang diungkapkan Syarifudin dibenarkan salah seorang pedagang di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Maria. Perempuan berhijab ini menegaskan bahwa sebelum bulan suci Ramadan kopi bubuk hitam cap Kapten langka dipasaran.

“Kalau mau beli kopi cap kapten untuk sementara ini tidak dijual dipasaran. Alasan langka dipasaran kami tidak tahu,” ucapnya kepada wartawan beritasampit.co.id saat diwawancarai di PPM Sampit, Kamis (16/5/2019).

Mengenai harga, lanjut Maria, tidak terlalu mahal. Awalnya hanya Rp 5.000 dan naik menjadi Rp 7.000 per bungkus. “Kalau kopi merek lain masih banyak dan harganya cukup mahal sekitar Rp 13.000 per bungkus,” katanya.

Sedangkan mengenai kopi cap kapten bungkus kecil atau saset, tambahnya, masih tersedia. Akan tetapi, para penikmat kopi sejati rata-rata memilih cap kapten karena harganya lebih murah.

“Kalau kopi saset masih ada tapi kurang laku dibanding kopi bungkus besar,” pungkasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)

Baca Juga:   Ini yang Dilakukan Ketua Karang Taruna Provinsi Kalteng saat Hadir Dalam Acara Safari Ramadan