PPDB di Kotim Tetap Terapkan Zonasi, Ini Alasannya?

600
SISTEM ZONASI : ARIFIN/BS - Kepala Disdik Kotim Suparmadi saat menjelaskan PPDB tahun pelajaran 2019/2020 di satuan pendidikan tetap menggunakan sistem zonasi. 

Editor: A Uga Gara

SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menegaskan, untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD, SMP bahkan SMA/SMK tetap menerapkan zonasi. Tujuannya untuk meratakan kualitas pendidikan.

“PPDB tahun pelajaran 2019/2020 tetap menerapkan sistem zonasi,” ujar Kepala Disdik Kotim Suparmadi usai menggelar buka puasa bersama dan khataman alquran keluarga besar Disdik Kotim dengan Pengurus Daerah PGRI Kabupaten Kotim di Aula Disdik Kotim, Selasa (28/5/2019).

Suparmadi menginginkan agar kualitas pendidikan tidak terfokus hanya pada satu sekolah yang dianggap masyarakat sekolah favorit. Menurutnya, dengan diberlakukan sistem zonasi maka kualitas pendidikan akan lebih merata.

Baca Juga:   Fasih Bahasa Inggris, SMAN 2 Sampit Juara Kabupaten

“Sekolah harus mengutamakan setidaknya 90 persen untuk anak yang ada disekitar sekolah,” tegas Suparmadi yang juga menjabat Ketua Pengurus Daerah PGRI Kabupaten Kotim ini.

Lebih jauh dia menjelaskan, sistem zonasi merupakan salah satu upaya agar anak mendapatkan pendidikan yang merata dan berkualitas/ Sebab, kurikulum pendidikan di satuan pendidikan secara berjenjang, sama.

“Kami harapkan sistem zonasi ini benar-benar diterapkan oleh satuan pendidikan, supaya memberikan peluang kepada anak yang ada disekitar sekolah untuk sama-sama menikmati kualitas pendidikan,” tandasnya.

Baca Juga:   Sekda Buka Ekspos Sekolah Model SPMI

(ifin/beritasampit.co.id)