Tinggal di Gubug, Hidup Sebatang Kara Nenek Ini Jadi Perhatian Bupati Kobar

776
IRONIS: MAN/BS-Beginilah keberadaan Nenek Santinet (80). Hidupnya sebatang kara, tinggal di gubuk seorang diri. Sementara nenwk ini sendiri tidak bisa apa-apa, bahkan mandi saja dimandikan oleh orang lain.

PANGKALAN BUN-Malang nian nasib nenek Santinet (80). Hidup sebatang kara, tinggal di gubuk reot yang dibangun diatas tanah milik Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat (Kejari Kobar), Kalimantan Tengah.

Khidupan nenek yang jauh dari kata layak, kini jadi perhatian sejumlah pihak. Seperti Polres Kobar dan relawan Karang Taruna Kelurahan Raja setempat dengan ramai-ramai memberisihkan rumah nenek renta itu.

Kisah pilu nenek ini, akhirnya sampai juga di telinga Bupati Kobar, Hj Nurhidayah. Tanpa biba-bibu, orang nomor satu di bumi yang dijuluki Maruntung Batu Aji ini memerintahkan Dinas Sosial setempat untuk mengurus keberadaan nenek tersebut.

Baca Juga:   Bank Kalteng Cabang Pangkalan Bun Buka Puasa Bersama Anak Yatim

“Beliau tidak punya siapa-siapa (keluarga) disini. Kasihan beliau dengan kondisi seperti itu. Maka nanti setelah Hari Raya Idul Fitri melalui Dinas Sosial kita relokasi ke panti jompo,” tukas bupati.

(man/beritasampit.co.id)