Ikon Jelawat, Tempat Favorit Libur Lebaran

    Editor: A Uga Gara

    SAMPIT – Hari kedua Idul Fitri 1440 H, warga yang tak mudik, memanfaatkan libur lebaran untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

    Selain pantai Ujung Pandaran, destinasi wisata keluarga seperti beberapa kolam permandian, Taman Kota Sampit dengan kawasan belanja dan kuliner pertokoan Mentaya, Ikon Jelawat, serta arena bermain anak dan wisata belanja City Mall Sampit, ramai dikunjungi masyarakat dari pelbagai daerah.

    800

    Mereka memanfaatkan libur Lebaran dengan mengunjungi obyek wisata ini, bahkan sejak pagi beberapa objek wisata ini dipadati wisatawan lokal maupun domestik.

    Amran (39), salah satu pengunjung asal kecamatan Kota Besi, mengaku memilih menghabiskan libur Lebaran di destinasi wisata keluarga Ikon Jelawat.

    Pasalnya, selain gratis atau bebas tiket masuk, aksesnya juga sangat mudah dan jarak dari tempat tinggalnya tidak terlalu jauh.

    “Anak-anak mintanya kesini. Selain menikmati liburan, tempatnya tidak terlalu jauh dari desa kami,” ujar ayah dua anak ini yang kesehariannya sebagai pedagang.

    Hal senada disampaikan Fauzi (42), pekerja disebuah perkebunan sawit di Kotim ini sengaja menghabiskan waktu liburannya dengan mengunjungi tempat wisata yang ada di Sampit.

    Menurutnya, berkunjung ke tempat wisata ini pilihan utama pengganti mudik lebaran. “Tadi pagi anak-anak minta berenang di kolam permandian. Kemudian ke taman kota, dan sekarang pengen foto-foto di ikon jelawat,” kisahnya.

    Menurut perantau asal Klaten Jawa Tengah, yang sudah 15 tahun merantau di Kalimantan ini, pada lebaran tahun lalu dirinya mudik bersama keluarga. Namun tahun ini ingin lebaran di Sampit. Alasannya, keterbatasan dana untuk keperluan pendidikan anaknya.

    Saat ditanya mengenai destinasi wisata yang ada di Kotim, Arman mengaku sangat bagus, alami, dan pesonanya tidak kalah dengan daerah lain.

    “Di Ikon Jelawat ini kita bisa santai sambil menikmati pemandangan sungai Mentaya,” ucapnya.

    Meski demikian dirinya merasa prihatin dengan keberadaan objek wisata Ikon Jelawat yang kondisinya semakin memburuk.

    Hal ini dikarenakan perilaku buruk sebagian warga yang dengan sengaja membuang sampah plastik dan bekas minuman kemasan di areal taman yang ada di kawasan tersebut.

    PIKNIK:JUN/BS–Indahnya Sungai Mentaya Diwaktu Malam Mengundang Pengunjung Betah Habiskan Waktu Liburan Di Ikon Jelawat.

    “Sangat disayangkan kalo objek wisata ini tidak dijaga dan dipelihara dengan baik. Tanaman dan rumput banyak yang mati dan sampah berserakan diatasnya,” keluhnya.

    Bahkan, lanjutnya, banyak pengunjung yang tidak mengindahkan larangan untuk tidak menginjak tanaman membuat sebagian rumput dan tanaman rusak. Pemandangan tak sedap ini terlihat hampir disekeliling kawasan wisata yang menjadi kebanggaan warga Kota Sampit tersebut.

    “Semestinya kita jaga bersama, apalagi Ikon Jelawat ini Maskotnya kota Sampit yang sudah dikenal oleh daerah lain,” tutupnya.