Bukan Hanya Jakarta, Kobar Juga Menjadi Tumpuan Hidup Para Pendatang Baru

272

Opini : Maman Wiharja

Setiap tahun mencari tumpuan hidup baru bagi perantau bukan hanya datang ke Jakarta, pulau Kalimantan atau sering disebut borneo menjadi salah satu tempat tujuan para perantau.

Kalimantan Tengah sendiri memiliki 14 Kabupaten Satu Kota ini, beberapa tahun belakangan ini mengalami perkembangan ekonomi dan jumlah penduduk, tujuan daerah perantau beragam salah satu kabupaten yang banyak di pilih para perantau banyak berdatangan ke Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Sebut saja, penulis sendiri salah seorang pendatang saat awal merantau ke Pangkalan Bun Kabupaten Kobar ditahun 1996. Singkatnya sekarang ditahun 2019 Alhamdullilah beberapa orang keluarga penulispun sudah kumpul dan menjadi warga tetap Kabupaten Kobar di Pangkalan Bun.

Pengamatan penulis, sejalan dengan pesatnya pembangunan kini semakin banyak didatangi para pendatang baru yang mengadu nasib di Kabupaten Kobar.

Karena mau tidak mau, suka tidak suka setiap tahun pasca lebaran masyarakat yang bermudik pada saat pulang ke Kobar dipastikan ada saja yang membawa saudara atau teman. Karena Kabupaten Kobar sangat terbuka bagi siapapun yang ingin datang dan menetap di Kabupaten Kobar.

Baca Juga:   Palangka Raya Calon Ibu Kota Baru

Sempat ada ketegasan dari pihak Pemkab Kobar bagi para pendatang yang akan masuk ke Kabupaten Kobar. Yakni pada pasca ‘konflik’ tahun2000an, nampak di Pelabuhan Kumai dijaga ketat dan diperiksa semua pendatang yang baru kemudian disensus,tentang maksud dan tujuan kedatangannya Kabupaten Kobar. Tapi itu dulu sekarang tidak ada lagi.

Namun demi meningkatkan keamanan dan ketertiban serta menjaga citra dan nama baik Bumi Maruntumng Batu Aji Kabupaten Kobar, khususnya guna penertiban penduduk baru diminta Pemkab Kobar melalui dinas terkait harus aktif mensosialisasikan pendataan jumlah penduduk tetap dan penduduk yang baru datang (menetap).

Sebab selama ini masih banyak pendatang baru yang bekerja di sejumlah pabrik perkebunan kelapa sawit dan perusahaan lainnya yang belum memiliki data kependudukan tercatat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Dan hasil survey penulis dari sejumlah sumber masyarakat desa mengatakan para pendatang yang bekerja diperkebunan kelapa sawit masih banyak belum memiliki data kependudukan dikarenakan jarak jauh antara Kota Pangkalan Bun dan lokasi perkebunan.

Maka untuk mengantisifasi hal tersebut tentunya harus ada kebijakan dari pihak perusahaan, antara lain kalau menerima para pekerja, diwajibkan memiliki KTP Kabupaten Kobar.

Baca Juga:   Catatan Keadilan untuk Keluarga Nur Fitri, Korban Pembunuhan Jalan Pramuka Sampit

Selain itu Dinas terkait harus proaktif jemput bola mendatang keseluruh perusahaan besar di Kabupaten Kobar agar kedepannya Kobar memiliki data yang akurat, tentang jumlah penduduk yang sebenarnya.

Kemudian tujuan aktifnya sosialisasi atau sensus penduduk, oleh dinas terkait juga untuk membeckup ketertiban dan keamanan seperti penyalah gunaan narkoba dan judi ayam, karena dari kasus narkoba yang berhasil digulung Polres Kobar notabene sering dilakukan oleh para penganggur.

Pengamatan penulis, kalau ada sensus khusus mendata pendatang baru, sampai mendetail tentang keberadaan kerjanya, misal dalam pendataan selama 3 bulan mereka yang tercatat belum kerja, oleh dinas terkait bisa diarahkan untuk bekerja sesuai dengan ijazahnya.

Namun sulitnya mereka yang datang ke Kobar hanya ngantongi ijazah SD bahkan sama sekali tidak tamat SD. Setelah lama nganggur di Kobar, akhirnya terlibat kasus narkoba. Jadi pada intinya Kobar bebas bagi para pendatang yang mau bekerja dan tidak bebas bagi para penganggur.

(Maman Wiharja).