Diagnosis hanya Untuk Medis, Ini Tanggapan Dinas Kesehatan

213
BERTANYA : ARIFIN/BS : Salah seorang kepala sekolah saat bertanya tentang fungsi keberadaan kotak P3K yang ada disekolah.  

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Sejumlah sekolah mengeluhkan minimnya obat-obatan yang tersedia di kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Padahal, hal tersebut dianggap sangat diperlukan untuk pengobatan awal bagi siswa yang mengalami sakit saat di sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Kasi Kesehatan dan Lingkungan Munawar Kholil mengatakan, yang bisa menentukan diagnosis kepada pasien hanya medis.

“Kalau anak-anak yang menjadi anggota palang merah remaja (PMR) tidak dibolehkan untuk mendiagnosis pasien. Itu wewenangnya medis,” ucapnya pada acara sosialisasi 1 rumah 1 jumantik yang digelar Puskesmas Ketapang 1 di Aula Kantor Kecamatan MB Ketapang, Rabu (12/6/2019).

Baca Juga:   5.646 Orang Siswa dan Siswi yang Mengikuti UNKP

Tugas PMR tersebut, lanjut Munawar, hanya sebatas memberikan pertolongan pertama. Misalnya, ada anak sakit masuk angin kemudian diberikan obat pereda masuk angin, atau ada yang terpeleset kemudian luka dan diberikan obat penyembuh luka.

“Intinya jangan salah kaprah. PMR hanya bisa menangani sakit ringan sedangkan untuk mendiagnosis hanya tim medis,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ketapang I Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Elmi Mulyani menyarankan kepada pihak sekolah agar mengambil perawat. Sebab, sudah ada beberapa sekolah menyewa perawat untuk membantu penanganan medis apabila ada yang sakit pada saat di sekolah.

Baca Juga:   Kadis Pendidikan Kotim Pantau UNBK Tingkat SMP

“Kami sarankan sekolah mengambil perawat untuk membantu sekolah menangani apabila ada siswa yang sakit,” sarannya.

(ifin/beritasampit.co.id)