Masyarakat Betawi Menolak Aksi yang Berpotensi Ricuh di Mahkamah Konstitusi

1310
Ilustrasi Gedung Mahkamah Konstitusi RI

JAKARTA – Masyarakat Adat Betawi menolak keras adanya permohonan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) terhadap pasangan Joko Widodo-Maruf Amin.

“Kami menolak dan tidak mengikuti jika ada rangkaian aksi-aksi yang berpotensi pada kerusuhan saat berjalannya proses persidangan di MK,” tutur Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi Zainuddin, Selasa, (12/6/2019).

Karena, lanjut Zainuddin, hal yang berpotensi menimbulkan kericuhan tersebut, hanya akan merugikan masyarakat DKI Jakarta, khususnya orang Betawi yang notabenenya adalah masyarakat kecil di kota Metropolitan itu.

Baca Juga:   PB HMI Desak Kapolri Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Kader di Dompu

“Kita tidak ingin situasi memanas sampai berujung pada kerusuhan seperti tahun 1998 lalu, karena yang sangat dirugikan adalah orang Betawi sendiri,” bebernya.

Untuk itu, Zainuddin menghimbau kepada seluruh masyarakat pendatang yang berdomisili di Jakarta, agar tidak terpengaruh dengan segala bentuk konten negatif yang mengarah pada provokasi jelang pemutusan MK pada 28 Juni mendatang.

“Kami mengajak agar setiap dari kita bisa menyaring konten berita, yang belum tentu kebenarannya,” kata dia.

Sementara itu, Imam Besar Forum Betawi Rempuk (FBR) KH Lutfi Hakim menyampaikan demi situasi ibu kota Negara kondusif, pihaknya mengimbau kepada pihak tergugat dan termohon, baik yang berada di Jakarta maupun di luar Jakarta, agar bisa menerima dengan legowo hasil persidangan Mahkamah Konstitusi (MK) atas perkara tersebut.

Baca Juga:   Megawati Tetapkan Ahmad Basarah dan Utut Adianto Sebagai Pimpinan MPR dan DPR RI

Mesti begitu, Majelis Adat Betawi mendukung penuh aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas jika terjadi huru-hara saat pengumuman sidang MK nantinya.

“Karena kita tidak mau denger ada orang kita menjadi korban, kita ingin Jakarta tetap aman dan Damai,” pungkas Lutfi Hakim.

(dis/beritasampit.co.id)