Sekolah Usulkan Pelatihan Jumantik

269
USULAN : ARIFIN/BS - Kepala SMP Negeri 1 Sampit saat mengusulkan pelatihan Jumantik diacara sosialisasi 1 rumah 1 jumantik wilayah kerja Puskesmas Ketapang I Sampit. 

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Guna menuju sekolah sehat, sekolah mengusulkan adanya pelatihan pemantau jentik-jentik nyamuk malaria dan bagaimana cara menekan perkembangannya. Alasannya, pelatihan tersebut dianggap perlu untuk menambah pengetahuan baik siswa maupun guru.

“Kami harapkan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur atau melalui Puskesmas agar memberi pelatihan kepada guru dan siswa kami tentang juru pemantau jentik (Jumantik),” ucap Kepala SMP Negeri 1 Sampit Maspa S Puluhulawa pada saat sosialisasi 1 rumah 1 Jumantik yang digelar Puskesmas Ketapang I di Aula Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rabu (12/6/2019).

Baca Juga:   ​Car Free Day Berhenti, Warga Minta Adakan Kembali Untuk Pecinta Olahraga

Maspa menjelaskan, pelatihan Jumantik sangat perlu karena salah satu tujuannya sekolah akan mengikuti lomba sekolah. Bahkan, SMP Negeri 1 Sampit merupakan rujukan sekolah sehat.

“Ada empat sekolah di Kalteng ini yang akan mewakili mengikuti sekolah sehat tingkat nasional. SMP Negeri 1 Sampit salah satunya yang ditunjuk. Untuk itu, kami harapkan dari dinas terkait memberikan pelatihan tersebut,” saran mantan Kepala SMP Negeri 3 Sampit ini.

Sedangkan mengenai waktu pelatihan, tambahnya, akan diselenggarakan pada tahun pelajaran 2019/2020. “Pelatihan ini nanti ditujukan kepada siswa baru,” imbuhnya.

Baca Juga:   Sekda Kotim Jenguk Pemudik yang Nyaris Melahirkan di Kapal, Hasilnya Mengharukan?

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Kasi Kesehatan dan Lingkungan Munawar Kholil menegaskan, pelatihan Jumantik sudah seharusnya diberikan kepada generasi.

“Program itu sudah ada di Puskesmas. Nanti Puskesmas yang akan memberikan pelatihan ke sekolah-sekolah baik untuk SD maupun SMP,” katanya.

(ifin/beritasampit.co.id)