Terduga Teroris Mendapatkan Layanan Kesehatan dari Polda Kalteng

165
Keterangan Foto : Aul/BS - Dicek kesehatan para terduga teroris saat dilakukan pemeriksaan oleh Polda Kalteng.

Editor : Maulana Kawit

PALANGKA RAYA – Pasca pengamanan 33 terduga teroris yang diamankan Densus 88 Anti Teror bersama Polda Kalteng proses pengembangan kasus ini pun terus didalami.

Guna menjaga kesehatan terduga teroris yang diduga termasuk jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ini, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalteng melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus mengambil sampel DNA dan data odontogram (gigi) para terduga.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs Anang Revandoko melalui Kabidhumas Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan, disamping melakukan penegakkan hukum, polisi juga memberikan perlindungan dan pelayanan kesehatan kepada terduga teroris tersebut.

Baca Juga:   ​Lintas Suku dan Agama Komitmen Jaga Persatuan Kalteng Bumi Pancasila

“Kami tetap memberikan layanan kesehatan agar mereka tidak sakit. Apabila ada yang sakit langsung kami obati,” ujar Hendra.

Sementara itu, Yuli Yustanti perwakilan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalteng menyampaikan, pihaknya juga memberikan pelayanan.

“Seperti hari ini kami memberikan dua layanan, pertama assesment dan LDP (Layanan Dukungan Psikososial),” terang Yuli.

Assesment ini nantinya akan dibagi dua, lanjutnya, yaitu pemberian assesment kepada perempuan dewasa dan kepada anak-anak yang terpapar stigma terorisme. Sebelumnya juga sudah dilakukan pengambilan data dasar.

Baca Juga:   Panwaslu Palangka Raya Kedatangan 3 Bapaslon Jalur Perseorangan, Ada Apa Ya ?

“Dalam assesment ini, kami akan menggunakan teori genogram. Hal ini untuk bisa mengetahui latar belakang keluarga mereka dari mana berasal,” pungkasnya.

(aul/beritasampit.co.id)