Tujuh Desa Wilayah Utara Direndam Banjir Dewan Minta Pemkab Cepat Turun 

4365
Salah satu sekolah di Kotim terendam banjir (Ist)

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Sedikitnya ada Tujuh Desa di Kecamatan Bukit Santuai, Kotawaringin Timur pada Rabu (19/6/2019) terkena musibah banjir akibat luapan sungai Mentaya pasca hujan lebat beberapa hari ini.

Berdasarkan informasi masuk di group Watshap Palang Merah Indonesia (PMI) Kotim pagi tadi desa-desa yang saat ini terdampak banjir dengan ketinggian diperkirakan mencapai 150 Cm tersebut yakni.

Desa Tewaihara yang mana ketinggian air berdampak bagi 36 Kepala Keluarga, Desa Tumbang Getas berdampak bagi 90 Kepala Keluarga, Desa Tumbang Sepia ketinggian air berdampak bagi 26 Kepala Keluarga.

Baca Juga:   Pembangunan Belum Merata, Ini Harapan Waket DPRD Kotim !

Sedangkan untuk Desa Tumbang Torung ketinggian air yang masuk sampai kedalam rumah pemukiman warga yakni berdampak bagi 130 Kepala Keluarga, Desa lunuk Bagantung berdampak bagi 50 Kepala Keluarga.

Sementara Desa Tumbang Batu (Info belum lengkap namun saat ini terdampak banjir) dan Desa Tumbang Penyahuan musibah banjir berdampak bagi Rumah dinas serta puskesmas di desa setempat.

Menanggapi hal ini Wakil Ketua DPRD Kotim H Supriadi MT meminta agar Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait termasuk BPBD segera turun cek kelapangan guna mengantisipasi banjir susulan.

Baca Juga:   Video Porno Bergentayangan di Medsos, Ini Tanggapan Ketua Komisi III DPRD Kotim

“Kita minta seluruh unsur FKPD yang ada menerjunkan segera bantuanya bagi masyarakat di sana, apalagi kita dengar sampai tujuh desa yang terdampak banjir tersebut,” urainya.

Disisi lain dia juga meminta agar Kepala Desa setempat bisa memberikan imbauan kepada masyarakat agar terus waspada dampak banjir susulan atau naiknya ketinggian air.

“Kepala desa dalam hal ini harus cepat tanggap dan segera berkoordinasi ke Pemkab Kotim agar menghindari dampak susulan, apalagi cuaca saat ini tidak menentu,” tutupnya.

(drm/beritasampit.co.id)