Juni 2019 Nilai Tukar Petani Kalteng Naik 0,06 Poin

232
Foto: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, Yomin Tofri.

Editor : Maulana Kawit

PALANGKA RAYA – Nilai tukar petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase.

Selain itu salah satu fungsi dari NTP juga merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani suatu daerah.

Adapun Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) naik 0,06 poin, dari 96,56 persen (Mei 2019) menjado 96,62 persen (Juni 2019).

“Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan nilai tukar subsektor perikanan (1,00 poin), hortikultura (0,89 poin), dan tanaman pangan (0,63 poin) ucap Kepala BPS Provinsi Kalteng,” terang Yomin Tofri saat press release yang digelar di kantor setempat. Senin (1/7/2019).

Baca Juga:   PPP Palangka Raya Optimis Target Perolehan Kursi Tercapai

Dia menambahkan bahwa Indeks harga yang diterima petani (It) naik 0,53 poin, lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang sebesar 0,46 poin.

Untuk wilayah Kalteng khususnya NTP tertinggi terjadi di subsektor perikanan (111,72 persen) diikuti hortikultura (104,97 persen), peternakan (102,62 persen), tanaman pangan (94,04 persen), dan tanaman perkebunan rakyat (89,26 persen).

Sementara itu Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) naik 0,38 poin, dari 104,96 persen (Mei 2019) menjadi 105,34 persen (Juni 2019).

Baca Juga:   BPS mencatat impor Indonesia pada Oktober 2018 naik 20,60%

Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di wilayah perdesaan sebesar 137,24 persen atau terjadi inflasi 0,42 persen, diikuti laju inflasi tahun kalender (2,62 persen) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (3,47 persen) relatif rendah.

“Kenaikan indeks harga di Kalimantan Tenga terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran, kecuali perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar,” tutup Yomin.

(apr/beritasampit.co.id)