Inilah Penyebab Harga Daging Ayam Ras Turun di Kalteng

249
RILIS: Wakil Ketua TPID Kalteng, Setian (kanan) saat memaparkan perkembangan inflasi pada Selasa (2/7/2019).

Editor : Maulana Kawit

PALANGKA RAYA – Harga daging ayam ras di Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami penurunan. Tercatat pada bulan Mei harga ayam sempat menembus Rp. 36.800, sedangkan pada bulan Juni harga turun menjadi Rp. 34.200, dan per tanggal 1 Juli harga turun menjadi Rp. 29.650.

Biro Administrasi Perekonomian & Sumber Daya Alam Setda Provinsi Kalteng, Lubis Rada Inin mengatakan bahwa kebutuhan daging ayam ras di Kalteng masih bergantung dari pasokan luar daerah.

“Kebutuhan daging ayam ras di Kalteng sampai saat ini 50 persen masih bergantung dari pasokan luar daerah seperti Banjarmasin,” ucap Lubis.

Baca Juga:   Masuki Tahun Politik, Anggota Legislatif di Kalteng Tetap Perhatikan Tupoksi

Oleh karenanya penyebab apapun yang terjadi di Banjarmasin yang mengakibatkan perubahan harga daging ayam ras juga dampaknya dirasakan di Kalteng.

Sementara itu Wakil ketua TPID Provinsi Kalteng, Setian mengungkapkan bahwa dampak psikis akibat anjloknya harga ayam yang terjadi di pulau Jawa seperti terjadi beberapa waktu yang lalu juga sedikit berpengaruh terhadap harga daging ayam ras.

Namun dia menambahkan bahwa dampak langsung anjloknya harga daging ayam ras di pulau Jawa tidak berpengaruh secara langsung ke Kalteng.

Baca Juga:   Ketupat Jumbo Bang Jarwo Terkenal se-Kalteng

“Sebelumnya kami telah memprediksi bahwa harga daging ayam ras turun usai lebaran, karena permintaannya berkurang,” ucap Setian.

Meskipun demikian pihaknya tentu akan terus melakukan pengawasan supaya harga ayam selalu stabil serta melakukan upaya agar kebutuhan daging ayam ras di Kalteng terpenuhi, seperti alternatif daging ayam beku segar yang sudah mulai dikenal masyarakat.

(apr/beritasampit.co.id)