Target Pertumbuhan Ekonomi Kabinet Jokowi – JK Belum Tercapai

2032

JAKARTA – Kondisi perekonomian era kabinet Jokowi-Kalla periode 2014-2019 secara umum relatif baik. Namun jika dilihat dari ukuran Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional sebetulnya belum tercapai.

Demikian dikatakan Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listianto dalam diskusi dialektika demokrasi ‘Evaluasi Kinerja Ekonomi Nasional, Perlukah Menteri Baru’ di Gedung Nusantara III Parlemen Senayan Jakarta Selatan, Kamis, (4/7/2019).

“Aspek yang harus dilihat tentu RPJM Nasinal kita. Jadi menurut saya, kabinet dulu targetnya belum optimis dan belum tercapai,” tutur Eko.

Baca Juga:   MPR Kutuk Keras Penembakan Umat Muslim di Selandia Baru

Pemerintah menjanjikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7 persen pada 2019, hal tersebut dibuat berdasarkan asumsi awal pemerintahan pada 2014 lalu.

“Namun hingga kini, pertumbuhan ekonomi hanya dibawah 5 persen,” tandas Eko.

Untuk itu, Eko berharap periode kedua Jokowi- Ma’aruf Amin mesti ada perombakan kabinet atau reshuffle di bidang ekonomi, sehingga bisa meningkatkan performance yang terbaik untuk lima tahun kedepannya.

“Saya berharap sosok menteri bidang ekonomi adalah figur yang kompeten, sehingga pertumbuhan ekonomi kita lima tahun kedepannya akan lebih baik,” pungkas Eko Listianto.

Baca Juga:   Ketua Komite I DPD RI, A Muqowam : Data Pemilih Masih Belum Terselesaikan di Pilkada

Hal senada juga dikatakan Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin yang menuturkan bahwa kondisi perekonomian pemerintahan periode 2014-2019 belum maksimal.

“Tim ekonomi di kabinet sebelumnya belum sesuai dengan apa yang diharapkan,” pungkas Andi Pasluddin.

(dis/beritasampit.co.id)