Ridwan: “Prestasi Itu Universal, Tidak Bisa Dibatasi Oleh Zonasi”

756
Drs.Ridwan, Kepala SMKN1 Pangkalan Bun     

PANGKALAN BUN-Kepala SMKN 1 Pangkalan Bun, Kabupaten Kobar, Ridwan beranggapan, prestasi itu bersifat universal. Sehingga tidak bisa dibatasi oleh zonasi.

Oleh karena dianggapnya prestasi itu universal dan tidak dibatasi zonasi, maka disekolah yang dipimpinnya saat penerimaan peserta dididk baru (PPDB) tahun 2019 tidak menggunakan sistem zonasi.

Dalam Permendikbud No.51/2010, ucapnya, sebagian sekolah mau tidak mau harus mengikuti aturan baru yang telah diatur PPDB melalui zonasi. Seleksi calon peserta didik baru dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan.

Baca Juga:   Kobar Bakal Raih Penghargaan “Adipura” Ke 11 Tinggal Menunggu Surat Resmi Dari Presiden

“Tapi di SMKN 1 Pangkalan Bun, termasuk juga diseluruh SMKN di Kabupaten Kobar tidak menggunakan sistem zonasi,” tukas Ridwan, kepada beritasampit.co.id, Kamis (4/7/2019).

Ridwan beralasan, seluruh SMKN tidak menggunakan system zonasi, dikarenakan SMKN sarat dengan berbagai jurusan, baik keahlian berbagai bidang mesin, pertanian, perkebunan, perikana dan sebagainya.

“Prestasi itu universal, misal kalau ada anak yang berprestasi dari Kota A. Dia berprestasi membidangi perkebunan, atau ada lagi anak berprestasi membidangi matematika. Nah karena ada aturan zonasi, kan jadi kasihan keanak-anak tersebut, kalau mau meneruskan sekolahnya. Ini hanya sekedar gambaran buat masyarakat bahwa SMKN tidak menggunakan system zonasi,” jelasnya.

Baca Juga:   Siswa SMKN 1 Pangkalan Bun Siap Ikuti Lomba Saint Grafis Tingkat Nasional di Yogyakarta

(man/beritasampit.co.id)