Serapan Anggaran Tidak Sesuai Target, Ini Komentar Waket DPRD Provinsi Kalteng

238
Foto : wakil ketua DPRD Provinsi Kalteng, H Heriansyah

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H Heriansyah, angkat bicara terkait serapan anggaran yang dinilai tidak sesuai target.

Hal itu diungkapkannya karena fraksi Gerindra banyak menerima laporan baik dari Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) ataupun dinas terkait dan pihak ke 3 jasa baik fisik maupun non fisik.

“Masalah rasionalisasi anggaran APBD 1 pada 2019 ini terjadi tanpa ada komunikasi dengan DPRD Provinsi. Sebagai mitra seharusnya dilaksanakan saat pembahasan APBD Perubahan 2019,” tegasnya, Jumat (5/7/2019).

Baca Juga:   Pemprov Harus Berikan Efek Jera kepada PT AKT, Bila Perlu Cabut Izinnya

Sesuai aturan, dijelaskan Heriansyah, efek rasionalisasi anggaran APBD 1 ini berdampak pada putaran uang di Kalteng karena peningkatan ekonomi masyarakat masih sangat berpengaruh pada serapan APBD.

“Seharus saat ini target sudah 50% keatas. Inilah persoalan yang terjadi saat ini, saya sebagai wakil ketua DPRD Provinsi sekaligus atas nama fraksi partai Gerindra sangat prihatin terhadap rasionalisasi berdampak pada rendahnya serapan anggaran APBD Provinsi 2019,” tukasnya.

Dia menilai, hal berakibat pada ekonomi yang pertumbuhannya melemah untuk menengah kebawah. Inflasi yang tinggi di Kalteng menyebabkan perputaran uang di tingkat ekonomi kebawah terpuruk.

Baca Juga:   Punding LH Bangkan : Sapundu, Pantar dan Sandung Bukan Situs Budaya

“Saat ini serapan masih rendah, yakni di bawah 50%. Serta anggaran di evaluasi sementara di tahan dulu. Karena ini berakibat putaran ekonomi juga berpengaruh karena Kalteng masih sangat ketergantungan dari putaran ekonomi APBD sangat dirasakan keberadaannya,” sebutnya.

Dia juga mengatakan bahwa evaluasi akan dilaksanakan pada saat APBD perubahan nanti.

(jmy/beritasampit.co.id)