Prof DR Birute Mary Galdikas dan TNTP Jadi Magnet Pesiar ‘Silversea Expedition’

631
Prof.DR.Birute Mary Galdikas saat mendampingi 88 Turis Pesiar Silver Discoverer di Camp Leakey Taman Nasional Tanjung Puting.

Editor: Akhiruddin

PANGKALAN BUN – Prof. DR. Birute Mary Galdikas dan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), ternyata sampai sekarang tetap menjadi magnet wisatawan dunia. Birute sendiri diusia senjanya (73) Sabtu (6/7/2019) masih bisa mengawal 88 turis dari Tim ‘Silversea Expedition’ ke lokasi Camp Leakey di TNTP.

“Memang tujuan utama rombongan turis dari kapal pesiar Silver Discoverer melihat Orangutan feeding platform di TNTP. Mereka datang khusus untuk melihat Orangutan di habitat asalnya di Camp Leakey. Dan tamu senang sekali bisa melihat Orangutan liar dan bebas di habitat aslinya,” kata Birute, kepada penulis saat akan berangkat ke Camp Leakey di TNTP,Sabtu (6/7/2019).

Obyek wisata TNTP yang sudah mendunia, sebelumnya berkat dedikasi Birute terus dipromisikan keberbagai belahan Negara di Eropah, Amerika, Australia dan Asia.

Cara Birute mempromosikan TNTP diberbagai belahan Negara di dunia, dengan menggelar berbagai pertemuan,study,dengan sejumlah mahasiswa, dan para dosen di Universitas,para pakar dan pengamat satwa,para travel kelas dunia,bahkan dengan majalah ‘Discovery’ serta sejumlah Radio dan Telivisi.

Baca Juga:   ​MANTAP...Mengawali “Kegotong Royongan” BPJS Buka Bersama Dengan Wartawan Kobar

Dalam statemen promosinya Birute, menceritrakan tentang kehidupan Orangutan yang nyaris langka di dunia. Bagaimana mereka (orangutan), yang semula hidupnya dikekang oleh manusia, kemudian bisa bebas hidup dihabitatnya di TNTP.

Kemudian bagaimana orangutan saat berpacaran sampai melahirkan anaknya. Semua itu oleh Birute dipaparkan dalam berbagai pertemuan dibelahan dunia.Termasuk sampai sekarangpun fenomena kehidupan orangutan oleh Birute terus disampaikan ketamu-tamu turis yang berkunjung ke TNTP, termasuk kepada 88 turis dari Tim Silversea Expedition, yang berkunjung ke Camp Leakey TNTP.

Dan hasil jerih payah Birute puluhan tahun kerja keras mempromosikan TNTP di belahan Negara di dunia. Maka Prof.DR. Birute Mary Galdikas dan TNTP semakin besar magnetnya,untuk dikunjungi wisatawan manca Negara.

Dengan banyaknya kunjungan wisatawan dunia ke TNTP, menurut Birute pertahun sekitar 25.000 banyak membantu pertumbuhan perekonomian masyarakat Kabupaten Kobar dan pemasukan devisa untuk Negara Indonesia.

“Yang memberikan semangat saya masih kuat mendampingi kunjungan turis ke TNTP, yaitu ketika mereka senang melihat orangutan.Karena mereka para turis, benar-benar belum tahu bahwa orangutan masih banyak hidup di habitatnya di hutan TNTP,” ungkap Birute,saat ditanya penulis.

Baca Juga:   Pasca Operasi Simpatik Telabang 2018 Samsat Siap Layani Masyarakat Dengan “Cepat”

Setelah 88 turis semua kumpul di pintu gerbang Camp Leakey, kemudian mereka masuk secara komvoi menapaki jembatan titian kayu ulin panjang sekitar 1,5 Km. Setelah melewati jembatan kayu, mereka juga harus menapaki jalan tanah setapak yang membelah rimbunnya hutan Tanjung Puting.Setelah menempuh jalan setapak sekitar 3,5 Km, barulah terlihat lokasi tempat persemaian orangutan saat akan diberi makanan.

Di lokasi persemaian itulah 88 turis, dengan serius diam membisu (karena dilarang ada suara keras manusia), mereka dengan tegang dan takjub menunggu detik-detik orangutan besar, kecil muncul dari hutan untuk menyantap makanan yang telah disediakan.

Sebelum orangutan muncul, sejumlah turis sudah siap memasang kameranya masing-masing,untuk mengabadikan orangutan yang akan turun dari hutan dan menyantap makanan yang telah disediakan.

“Betul,pada tengah hari atau sore hari kalau kami menyediakan makanan meraka akan muncul dari dalam hutan,untuk memakan makanan yang telah disediakan”,ungkap Prof.DR.Birute Mary Galdikas. (Penulis Maman Wiharja).