Horee…! Kotim Juara OSN SD Tingkat Nasional

1224
JUARA NASIONAL : IST/BS – Darren bersama pendamping berfoto bersama usai menerima medali perunggu OSN SD tingkat nasional di Jogyakarta.

Editor: A Uga Gara
SAMPIT – Prestasi gemilang terus diukir perwakilan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dibidang akademik. Salah satunya Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SD tingkat Nasional di Jogyakarta 30 Juni sampai 6 Juli 2019. Darren Edber Bhastarina, siswa SDS Katolik Sampit meraih medali perunggu bidang matematika.

Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi mengaku bangga atas pelbagai prestasi yang telah diukir baik di tingkat provinsi maupun nasional.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan Kotim, kami mengapresiasi keberhasilan yang telah diraih anak didik SDS Katolik Sampit karena meraih perunggu OSN jenjang SD tingkat nasional,” ucapnya kepada wartawan beritasampit.co.id saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (10/7/2019).

Guna mempertahankan juara karena Kotim sebagai barometer pendidikan di Kalteng, Suparmadi mengajak seluruh satuan pendidikan di Bumi Habaring Hurung agar terus meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya dengan memberikan bimbingan pembelajaran yang baik kepada anak didik disekolah masing-masing.

“Ini prestasi cukup membanggakan, sebab Kotim mampu meraih yang terbaik di tingkat nasional, semoga ke depannya akan muncul bibit-bibit prestasi yang pada giliran mampu membawa nama baik tidak hanya Kotim bahkan Kalteng di tingkat nasional,” ujar Suparmadi yang juga menjabat Ketua PD PGRI Kotim ini.

Sementara itu, Pendamping OSN SD Edie Sucipto menjelaskan, Kemendikbud telah menetapkan bahwa OSN merupakan agenda rutin tahunan. Untuk seleksi secara bertahap mulai tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional.

“Secara beruntun dilaksanakan selama 6 tahun, ternyata Kotim selalu berhasil meloloskan siswa sebagai perwakilan hingga ke tingkat nasional. Ini suatu kebanggaan,” ujar Edie yang juga menjabat Kasi Kurikulum dan Penilaian SD pada Disdik Kotim ini.

Ditambahkannya, perjuangan Darren meraih juara tingkat nasional tidak mudah, sebab jumlah pesertanya sebanyak 136 orang dari 34 provinsi yang ada di indonesia.

“Alhamdulillah, Darren mampu menjadi yang terbaik meskipun meraih medali perunggu,” pungkasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)

Baca Juga:   17 Desa Percontohan di Kotim Bakal Kembangkan Desa Mart