Rencana Relokasi SDN 2 Kuala Kuayan Belum Jelas

222
TERENDAM : IST/BS – SDN 2 Kuala Kuayan Kecamatan  Mentaya Hulu Kabupaten Kotim sempat  terendam saat terjadi banjir diwilayah tersebut.

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pendidikan setempat rencananya akan merelokasi SDN 2 Kuala Kuayan Kecamatan Mentaya Hulu, hingga sekarang belum ada kejelasan.

“Ya, kami akan koordinasikan,” kata Plt Camat Mentaya Hulu Sardinin melalui whatsapp (WA) yang diterima wartawan beritasampit.co.id, Kamis (11/7/2019).

Mengingat SDN 2 Kuala Kuayan merupakan masuk wilayah UPT Disdik Kecamatan Mentaya Hulu, pihak kecamatan akan mengumpulkan pihak sekolah maupun para pengawas TK/SD.

“Nanti kami koordinasikan dengan pihak sekolah, pengawas maupun kecamatan,” janji Sardinin.

Baca Juga:   Kagum!! Kapolres Kotim Turun Tangan Langsung Bantu Korban Kecelakaan.

Mengenai SDN 2 Kuala Kuayan direlokasi, tambahnya, pihaknya setuju. “Kami setuju saja direlokasi,” tegasnya.

Akan tetapi, lanjutnya, yang menjadi masalah mendasar hingga sekarang mengenai ketersediaan tanah terutama yang ada didekat permukiman penduduk.

“Yang jadi masalahnya apakah ada tanah hibah didekat permukiman masyarakat, ini yang masih dikoordinasikan dengan masyarakat,” tutupnya.

Diwartakan sebelumnya, Bencana banjir disinyalir kerap melanda di ibu kota Mentaya Hulu, sebab secara geografis berada didataran rendah dan berbukit-bukit.

Salah satu yang berdampak dari bencana banjir tersebut, SDN 2 Kuala Kuayan terendam sehingga proses belajar mengajar terganggu.

Baca Juga:   WC Umum Gunakan Air Keruh, Ini Komentar Disdagperin

“Antisipasinya, kami harapkan proses belajar mengajar tetap berjalan, gunakan rumah penduduk yang ada didataran tinggi,” ucap Sekda Kotim Halikinnor kepada wartawan beritasampit.co.id, Senin (24/6/2019).

Hingga kini, pihaknya belum menerima laporan resmi dari camat terkait ketinggian maksimal debit air yang menenggelamkan SDN 2 Kuala Kuayan.

“Kami sudah instruksikan kepada camat agar memantau sejauhmana ketinggian maksimal air, apabila tidak memungkinan sekolah tersebut ke depannya dipertimbangkan bisa direlokasi,” pungkasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)