Maret 2019, Jumlah Penduduk Miskin Daerah Perkotaan Mengalami Kenaikan

215
PERS RULIS: APR/BS - Suasana pers rilis yang dilaksanakan oleh BPS Kalteng pada Senin (15/7/2019).

Editor: A Uga Gara

PALANGKA RAYA – Pada bulan Maret 2019, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan) di Kalimantan Tengah (Kalteng) mencapai 134.594 orang (4,98 persen), berkurang sebesar 1.852 orang dibandingkan dengan kondisi September 2018 yang sebesar 136.446 orang ( 5,10 persen).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng Yomin Tofri pada pers rilis yang dilaksanakan di ruang pertemuan setempat pada Senin (15/7/2019).

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2018 sebesar 4,56 persen turun menjadi 4,47 persen pada Maret 2019. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2018 sebesar 5,45 persen turun menjadi 5,33 persen pada Maret 2019″ ucap Yomin.

Baca Juga:   Ayo Kunjungi Gelar Karya Kalteng 2018

Sementara itu, selama periode September 2018 Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 431 orang (dari 48.127 orang pada September 2018 menjadi 48.558 orang pada Maret 2019), sementara di daerah perdesaan berkurang sebanyak 2.283 orang (dari 88.319 orang pada September 2018 menjadi 86.036 orang pada Maret 2019).

Adapun peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 79,05 persen jauh lebih besar dari peranan komoditi bukan makanan.

Tiga jenis komoditi makanan yang berpengaruh paling besar terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah beras, rokok kretek filter, daging ayam ras (di perkotaan) dan beras, rokok kretek filter, telur ayam ras (di perdesaan).

Baca Juga:   Inflasi di Kalteng pada Februari 2018 Menurun

Sedangkan lima komoditi bukan makanan yang paling dominan adalah biaya perumahan, listrik, bensin, pendidikan dan perlengkapan mandi,” terang Yomin.

(apr/beritasampit.co.id)