Organisasi Pemuda dan Mahasiswa di Kalteng Sepakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Pasca Pilpres 2019

251
SEPAKAT. IST/BS - Para perwakilan pimpinan OKP dan Mahasiswa di Kalteng Usai menggelar FGD beberapa waktu yang lalu.

PALANGKA RAYA – Kegelisahan pasca Pilpres 2019 memanggil para mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam berbagai Organisasi untuk duduk melingkar dalam satu Fokus Grup Diskusi (FGD) yang di selenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palangka Raya untuk sama-sama menyampaikan gagasan-gagasannya menjadi sebuah formula baru untuk tetap merawat persatuan dan kesatuan.

Selain berfokus pada tema yang sudah diangkat “Merajut Kebhinekaan Paska Pilpres di Bumi Tambun Bungai Kalimantan Tengah” FGD ini juga sebagai ajang silaturahmi antar OKP, Cipayung, HIMA Daerah, BEM, dan Organisasi Pemuda sekota Palangka Raya. Sabtu, 13/07/19

“Keharmonisan yang telah ditampilkan oleh capres 01 dan capres 02 harus menjadi sebuah contoh positif untuk para pendukung bahwa pilpres telah usai dan marilah kira rajut kembali kebhinekaan dan persatuan yang ada di indonesia dan khususnya di Bumi Tambun Bungai Kalimantan Tengah ini”. ujar Donnal Setiawan Ketum Cabang HMI Cabang Palangka Raya dalam FGD yang dilaksanakan di aula KNPI Kota Palangka Raya melalui rilisnya yang diterima beritasampit.co.id. Senin, 15/07/2019.

Diskusi yang dimoderatori Andre Rizky Perdana Wakil Ketua Bidang Organisasi KNPI Kota Palangka Raya tersebut, perwakilan OKP, Cipayung, HIMA Daerah, BEM, dan Organisasi Pemuda sekota Palangka Raya bersepakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan pasca Pilpres 2019.

Baca Juga:   Hari Bhakti PU Ke-71, Seluruh Pegawai Dinas PU Kalteng Jiarah Makam Pahlawan

Mengajak masyarakat Kalimantan Tengah yang sebelumnya termakan propaganda dan isu politik nasional yang memecah belah agar kembali bersatu untuk membangun indonesia, khususnya Kalimantan Tengah.

“Karena ada PR yang lebih besar yang akan kita hadapi bersama yaitu Pemindahan Ibukota Negara Ke Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Menurut Danu Prasetyo perwakilan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kalimantan tengah, Pasca pilpres 2019 kondisi Masyarakat Indonesia terlalu reaktif dalam menanggapi informasi tanpa memahami isi informasi sehingga dampaknya masyarakat masih terpecah belah yang mana elit politik sudah duduk bersanding.

Selain itu menurut Muhammad Hasan dari Mahasiswa Seruyan mengatakan masyarakat yang sebelumnya terpecah belah akibat beda pilihan dalam pilpres agar kembali bersatu.

“Pemilihan presiden sudah selesai tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan karena kita negara hukum, MK sudah memutuskan jadi mari kita dukung bersama yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2025 sebagai bangsa yang baik,” tuturnya.

Sementara itu Handy Wijaya Ketua Kerukunan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Kalimantan Tengah menyampaikan Banyaknya ujaran-ujaran kebencian di medsos sehingga menyebabkan terpengaruh nya masyarakat yang awam pro dan kontra yang berlebihan muncul pasca Pilpres 2019.

Baca Juga:   Pimpin Pengecekan THM, Wawali Palangka Raya Tutup Mata atas Adanya Aquarium Wanita Seksi di Hotel Aquarius

Senada dengan Handy Wijaya Perwakilan Himpunan Mahasiswa Kotawaringin Timur Palangka Raya M Faizal Azmi mengatakan bahwa peran media sosial sangat besar dalam hal ini masyarakat yang terlalu cepat termakan informasi hoax.

Sedangkan menurut perwakilan Pemuda Himpunan Warga Katingan berharap hasil FGD untuk beraksi nyata.

“Kita dorong kawan-kawan membuat pamflet ajakan sesuai tema kepada masyarakat agar gema persatuan masuk kesemua lini,” tegas Ado.

Dalam forum tersebut OKP, Cipayung, HIMA Daerah, BEM, dan Organisasi Pemuda sekota Palangka Raya berencana kedepannya akan lebih berperan aktif dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi propaganda dan agitasi politik yang memecah belah persatuan dan kebhinekaan kedepannya.

Selain itu sepakat untuk bersama-sama dengan masyarakat agar membangun Indonesia dan Kalteng agar bersatu kembali mengajak masyarakat di medsos untuk meredam suasana politik yang terjadi sampai saat ini khususnya di Kalteng.

(lana/beritasampit.co.id)