Cegah Karhutla, TPHP Berikan Pendampingan Terhadap Kelompok Tani

157

Editor : Maulana Kawit

PANGKALAN BUN – Dalam rangka mencegah munculnya kebakaran hutan dan lahan di areal pertanian, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Kotawaringin Barat tidak henti melakukan pendekatan dan pendampingan terhadap kelompok tani selain memberikan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan).

Kepala Dinas TPHP Kotawaringin Barat H Kamaludin mengatakan memasuki musim tanam hal yang di khawatirkan munculnya titik hotspot dari areal pertanian dan tugas terberat adalah merubah pola pikir masyarakat yang terbiasa membakar saat musim tanam tiba.

“Sampai sejauh kami belum menerima adanya laporan munculnya titik hotspot dari areal pertanian, seiring waktu adanya larangan membakar hutan dan lahan itu pun membuat masyarakat berpikir untuk melakukan kebiasaan hal itu,” kata Kepala Dinas TPHP Kobar Kamaludin kepada beritasampit.co.id Selasa (16/7/2019).

Baca Juga:   Dalam Waktu Dekat, Bupati Kobar Akan Tinjau Lokasi Pembangunan Jalan Konsorsium di Aruta

Di Kabupaten Kobar menurut Kamaludin potensi pertanian sangat besar namun lahan pertanian yang efektif atau tergarap seluas 4000 hektare. Dari luasan itu hanya 705 hektare lahan yang di garap secara kontinyu atau tidak tergantung pada perubahan iklim.

“705 hektar lahan yang di garap secara rutin yakni tanaman pangan, Dimana dalam menggarap nya pun tidak tergantung pada perubahan cuaca,” ujar Kamaludin.

Diakui oleh Kamaludin, hingga saat ini masih ada Keluhan dari kelompok tani dengan adanya larangan membakar hutan dan lahan, dengan alasan kondisi lahannya, selain itu masalah biaya juga lebih ringan dengan cara membakar dan hasilnya pun lebih baik dengan cara membakar saat membuka lahan.

Baca Juga:   MANTAP...Kegiatan Kobar Expo Lebih Meriah, "Nurani" Siap Tingkatkan 3 Pilar Pembangunan

“Dengan adanya larangan itu sangat merugikan petani tetapi bukan berarti kita biarkan petani kita terus melakukan kebiasaan lamanya karena membakar lahan itu dampaknya sangat buruk baik bagi lingkungan dan kesehatan, secara perlahan kita lakukan pendekatan terus, hasilnya banyak petani yang merubah pola lamanya,” kata Kamaludin.

Dari Dinas TPHP sendiri lanjut Kamaludin secara rutin memberikan bantuan alat mesin pertanian juga menyediakan Brigade yang bisa di pinjam bagi kelompok tani yang ingin membuka lahan.

“Kami perjuangan terus agar kita mendapatkan bantuan dari pusat untuk pengadaan brigade Alsintan ini, karena ini solusi terbaik bagi petani yang terbiasa membuka lahan dengan cara membakar,” pungkas Kamaludin.

(man/beritasampit.co.id).