DPR Minta BNPB Lakukan ‘Water Bombing’ untuk Menangani Asap Karhutla

1253
KARHUTLA: IST/BS-- Kondisi lokasi kebakaran hutan di Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah.

JAKARTA— Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa Provinsi Riau, Kalimantan Tengah, dan Aceh telah diselimuti kabut asap tipis akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu berpotensi munculnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di wilayah siaga kebakaran hutan dan lahan di daerah tersebut.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) untuk bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda), guna melakukan upaya pencegahan serta penanganan potensi ISPA.

Baca Juga:   Gempa Banten, Ketua DPR: Tetap Waspada dan Berdoa

“Pemda setempat harus menyediakan masker untuk dibagikan kepada masyarakat yang tinggal di daerah-daerah rawan karhutla, mereka juga pastikan ketersediaan fasilitas kesehatan bagi terdampak karhutla itu,” kata Bamsoet, Selasa, (16/7/2019).

Selain itu, politisi Golkar itu mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk terus melakukan upaya dalam menangani asap dari karhutla, seperti dengan melakukan water bombing dan hujan buatan.

“Jadi, BNPB bersama dengan tim gabungan yang disebar ke daerah rawan karhutla itu harus melakukan langkah-langkah antisipatif dalam meminimalisir dampak meluasnya karhutla ke pemukiman penduduk,” imbuhnya.

Baca Juga:   BNPB: Hingga Hari Ini Tercatat 281 Meninggal, 1.016 Luka-luka dan 57 Hilang

Bamsoet bilang, BNPB dalam hal ini mesti mulai membuat tempat evakuasi ruang bebas pencemaran udara asap agar masyarakat setempat dapat memiliki tempat yang aman.

Untuk itu, Bamsoet mengimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan karhutla itu untuk bersama-sama menjaga hutan dan mencegah terjadinya kebakaran dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Masyarakat juga jangan membuang atau membawa barang-barang yang mudah terbakar ke wilayah yang berpotensi terjadinya kebakaran,” pungkas Bambang Soesatyo.

(dis/beritasampit.co.id)