Satpolair Polres Kobar Tangkap Warga Mendawai Penyetrum Ikan

598

PANGKALAN BUN-Seorang warga Mandawai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berinisial SA (56) berhasil ditangkap oleh Satpol Air Polres Kobar, Selasa (16/7/2019).

Kapolres Kobar, AKBP Arie Sandy ZS melalui Kasatpolair, IPTU Herbet P Simanjuntak mengungkapkan, SA ditangkap karena menangkap ikan di perairan umum dengan cara menyetrum.

Lebih lanjut diungkapkannya, SA berhasil ditangkap setelah mendapat laporan dari masyarakat, bahwa ada seseirang sedang melakukan penyetruman ikan di perairan Gosong Pasir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamandau Kelurahan Mendawai.

Atas dasar laporan tersebut, tukasnya, anggota langsung menuju lokasi yang disebutkan oleh pelapor. “Tersangka SA saat akan diamankan sedang melancarkan aksinya menyetrum ikan,” ungkap Herbet.

Baca Juga:   Sebelum Ditemukan Gantung Diri, Pada Pagi Hari Korban Sempat Menunjukan Tingkah Aneh

Dijelaskannya, tersangka melakukan aksinnya menyetrum dengan menggunakan aki (accu) yang ditaruh diatas perahu, kemudian disambungkan dengan alat penangkap menggunakan sebilah batang aluminium untuk menyetrum ikan.

“Cara ini tidak diizinkan, karena membahayakan bagi pelakunya maupun keberlangsungan hidup biota laut dan sungai. Siapapun kalau menggunakan alat tersebut maka semua habitat yang hidup didalam sungai bisa mati,” jelasnya.

Dari tangan tersangka SA, Polisi menyita barang bukti berupa 1 unit klotok/getek berikut mesinnya, 6 buah Accu 32 ampere, 1 buah stik alumunium, 1 buah serok/kalau, 1 lampu senter merk Kiseki dan Ikan serta udang hasil menyetrum sebanyak 3,5 kg.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 84 ayat (1) Undang – undang RI No. 31 Tahun 2004 Jo Pasal 100 B UU RI No.45 tahun 2009 tentang Perikanan dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun dan denda paling banyak Rp. 1, 2 milyar rupiah.

Baca Juga:   ​Terobos Lampu Kuning, Pengendara ini Akhirnya Terbaring di UGD

Agara kasus serupa tidak terulang kembali, Kasatpolair Polres Kobar memgingatkan kepada seluruh warga yang tinggal di tepian sungai agar segera melaporkan apa bila melihat orang dimalam hari atau siang hari menyetrum ikan di sungai.

“Boleh masyarakat mencari ikan di sungai, tapi jangan dengan cara menyetrum. Karena anak-anak ikan, udang yang masih kecil akan mati kalau tersentuh strum,” tegas Herbet.

(man/beritasampit.co.id)