Dewan Minta Penanganan Karhutla Fokuskan ke Daerah Rawan

127
H Supriadi MT Wakil Ketua DPRD Kotim

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Sejak berapa tahun lalu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kotawaringin Timur masih mengarah di pusat kota, akibatnya kebakaran di titik-titik hotspot yang sudah ditetapkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih banyak yang tidak terkaper.

Dampak dari hal itupun menyebabkan kabut asap yang membuat jarak pandang jelas manusia di Kotim ini hanya berjarak kurang dari satu meter. Bahkan pengendara juga terdampak akibat kejadian kemarau panjang pada tahun 2015 tersebut di Kotim.

Baca Juga:   Pengembangan Bidang Perternakan Penting Jadi Skala Prioritas

Menanggapi hal ini Wakil Ketua DPRD Kotim meminta agar Tim Karhutla lebih fokus pada penanganan kebakaran di wilayah Selatan dan Utara atau di daerah yang sudah di lakukan prediksi oleh BMKG tersebut.

“Kita patut bersyukur kemarau saat ini masih ada diselingin hujan, kalau sampai seperti tahun 2015 lalu fatal akibatnya, nah harapan kita Tim Karhutla fokus ke titik hotspot yang sudah di prediksi oleh ahlinya,” ujarnya, Kamis (18/7/2019).

Selain itu dia mengingatkan agar masyarakat juga tetap waspada akan bahaya kebakaran hutan dan lahan tersebut. Terlebih dia meminta jangan sampai warga melakukan pembakaran lahan pada saat musim seperti saat ini.

Baca Juga:   Ketua DPRD Kotim Minta Kades Jaga Kepercayaan Masyarakat

“Masyarakat kita minta juga peduli akan bahayanya karhutla ini, jangan bakar lahan, karena resikonya kembali ke kita semua,” tutupnya.

(drm/beritasampit.co.id)