Kantor PA Dirampok, 1 Orang Disandera Uang Rp 10 Juta dan 4 Laptop Raib

337
M Aini Panitra Kantor PA sedang memperlihatkan Brankas yang dijebol perampok.

Editor : Maulana Kawit

PANGKALAN BUN – Kantor Pengadilan Agama (PA) Kelas I B, Pangkalan Bun arah Jalan Kalimati Lama, Rabu dini hari (17/7/2019) sekitra pukul 00.30 Wib dirampok oleh dua orang perampok yang belum diketahui identitasnya.

Para pelaku sebelum memulai aksinya, terlebi dahulu melumpuhkan Kardianto penjaga malam Kantor PA. Dari aksinya uang Rp 10 juta dari dalam Brankas dan 4 laptop berhasil diambil.

Menurut keterangan Kardianto saat dia sedang tertidur sekira pukul 00.30 wib tiba tiba terdengar suara dari ruangan dan dia pun terbangun.

“Begitu akan keluar secara tiba tiba Kardianto pun langsung di pukul oleh salah satu dari perampok itu,” kata Ahmad Zuhri Humas Kantor PA saat dikonfirmasi sejumlah awak media.

Baca Juga:   ​Polres Seruyan Musnahkan Barbuk Zenith 12,050 Butir dan Sabu 19,06 Gram

Setelah di pukul Kardianto pun terjatuh, lalu langsung di ikat bagian tangan dan kaki dengan kain sedangkan mulutnya di tutup rapat dengan lakban.

“Kardianto di ancam dengan pisau, menurut keteranganya jumlah perampok yang terlihat hanya dua orang,” ujar Ahmad Zuhri.

Selain uang dan leptop milik PA tas kecil milik Kardianto yang berisi uang Rp 1 juta pun di bawa kabur perampok.

“Kami sudah laporkan ke pihak berwajib, sedangkan kondisi Kardianto sendiri masih shock,” kata Ahmad Zuhri.

Ditempatnyang sama Muhammad Aini Panitera Pengadilan Agama Pangkalan Bun yang pertama kali mendengar suara teriakan minta tolong dari ruangan server.

Baca Juga:   Tak Pernah Jera, Ratusan Botol Miras Tempat Karaoke Sungai Pakit Dirazia Polisi

“Kebetulan saya tinggal dirumah Dinas dibelakang, sekitar pukul 03. 30 wib saya dengar suara Kardianto berteriak dari jendela ruangan server, saat itu Kardianto berteriak tolong kantor kita di masuk rampok,” kata Muhammad Aini.

Muhammad Aini menambahkan setelah perampok pergi, Kardianto mencoba membebaskan diri, bahkan sempat jatuh tersungkur saat akan menuju ruangan server.

“Sebelum perampok itu pergi menurut Kardianto salah seorang perampok sempat mengkendirkan lilitan lakban yang menutupi bagian mulut hingga hidung Kardianto,” pungkas Muhammad Aini.

(man/beritasampit.co.id).