Masker Bukan Solusi, Dinkes Diminta Lebih Proaktif

137
Sarjono SH Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim Sarjono meminta agar pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur mulai sejak dini sudah melakukan sosialisasi terhadap dampak penyakit saat musim kemarau tahun 2019 ini.

Menurutnya beberapa tahun lalu musim kemarau panjang mengakibatkan banyaknya korban terserang ISPA pada saluran pernafasan lantaran menghirup udara yang sudah tercampur asap tersebut.

“Minimal pencegahannya dan mengaktifkan petugas-petugas medis diseluruh pedesaan agar tidak meninggalkan tugas dan fungsi pada saat-saat darurat seperti saat ini,” ujarnya, Kamis (18/7/2019).

Baca Juga:   Bus Yessoe Terperosok, Dewan Minta Evaluasi Proyek Drainase

Selain itu Sarjono menegaskan selama ini pembagian masker yang dilakukan bukan merupakan bentuk sosisalisasi pencegahan secara intens sehingga hanya bisa dinikmati sesaat saja oleh masyarakat.

“Di Kota bagi masker, lantas bagaimana masyarakat yang ada ditingkat pedesaan, masker bukan solusi, menurut kami pencegahan lebih penting ketika masyarakat mendapatkan informasi bahayanya dampak kabut asap atau langkah awal penanganannya sebelum ke medis,” imbuhnya.

Dia berharap pihak instansi terkait dalam hal musim kemarau ini sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi mengingat anggaran Dinas Kesehatan cukup besar setiap pembahasan anggaran.

Baca Juga:   Seperti Ini Hasil RDP Baleg Soal Pilkades

“Saya yakin anggarannya ada saja, apalagi hal semacam ini masuk dalam kategori bencana, tidak mungkin tidak ada anggarannya,” tutupnya.

(drm/beritasampit.co.id)