Pansel Capim KPK Harus Pilih Pimpinan yang Pintar Dan Disegani

1438
DISKUSI: ADISTA/BS-- Jamin Ginting (kanan) Antasari Azhar, Anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan dan Ketua Pansel KPK Yenti Garnasih dalam diskusi di Media Center Parlemen Senayan Jakarta Selatan, Kamis, (18/7/2019)..

JAKARTA— Pakar Pidana Universitas Pelita Harapan, Jamin Ginting meminta kepada panitia seleksi calon pimpinan (Pansel Capim) KPK untuk periode 2019-2023 mendatang harus memiliki kharisma yang bisa mengayomi semua komisioner KPK.

Hal itu dikatakan Ginting dalam diskusi dialektika demokrasi ‘Mencari Pemberantas Korupsi yang Mumpuni’ yang digelar di Gedung Nusantara III Parlemen Senayan Jakarta Selatan, Kamis, (18/7/2019).

“Pimpinan KPK kedepannya harus bisa mengayomi semua bawahannya,” ujar Ginting.

Capim KPK yang lolos seleksi tahap pertama sebanyak 192 orang. Pada Senin 22 Juli pansel KPK akan mengumumkan peserta yang akan lolos uji kompetensi.

“Jadi jika pansel Capim KPK tidak memilih pimpinan pada periode 2019- 2023 itu yang punya jiwa kharisma dan memiliki budaya mengayomi, saya khawatir pimpinan jalan kemana, anak buahnya mengarah kemana,” ungkap Ginting.

Baca Juga:   Dewan Minta Setiap Sekolah Harus memiliki Penjaga Keamanan Sekolah

Ginting bilang selain sosok mengayomi, calon pemimpin lembaga antikorupsi itu juga adalah orang yang disegani bukan ditakuti.

“Ibu Yenti Garnasih sebagai ketua pansel juga harus memikirkan itu, capim KPK bukan hanya dilihat dari sisi Akademis saja, tapi perlu melihat dari disisi manajemen,” tandas dia.

Karena, lanjutnya, jika pimpinan KPK pada periode empat tahun kedepannya tidak bisa memenej dan mengatur anak buahnya, maka tentu bawahannya pun bisa melawan pimpinannya sendiri.

“Ini yang sangat berbahaya dalam sebuah kelembagaan. Semoga pimpinan KPK kedepannya punya manajemen yang baik,” pungkas Jamin Ginting.

Baca Juga:   Pemilu 2019, Pengamat Prediksi Angka Golput Bisa Meningkat, Legislator Sebaliknya

Hal senada juga ditegaskan oleh mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang menyebut pimpinan KPK harus lebih pintar daripada anak buahnya. Apakah itu penyidik atau penuntut umum, harus pintar.

Sebab, beber Antasari, sebelum berkas ke pengadilan, tentu perkara yang sedang ditangani harus dipaparkan kepada pimpinan, nah kalau pimpinan tidak bisa merespon paparan tersebut, apa yang terjadi kedepannya.

“Saya minta fit and proper test di DPR nanti silahkan tanya calon pimpinan itu, apa beda unsur melawan hukum dan menyalahgunakan kewenangan. Capim KPK tersebut harus memaparkan, kalau tidak bisa, mendingan cari pekerjaan lain saja,” pungkas Antasari Azhar.

(dis/beritasampit.co.id)