Nenek Berusia 60 Tahun Selamat dari Sambaran Buaya, Begini Ceritanya?

25775

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Seorang nenek bernama Jumantan (60) warga desa Handil Sohor, RT 3 /RW 2, ketika sedang mandi di anak sungai Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalteng, disambar buaya.

Kejadian pada Kamis (18/7/2019) pagi sekira pukul 06.50 WIB, itu bermula ketika nenek Jumantan melakukan aktivitas setiap paginya dengan mandi di bibir anak sungai persis berada di depan rumahnya.

“Korban (Jumantan) sering mandi di sungai di depan rumah, pada titian batang dekat pohon Nipah. Waktu air sungai sedang pasang, dan saat menggosok kaki dari samping tangan kirinya disambar buaya,” ujar Salbiah saksi mata menceritakan kejadian yang menimpa Jumantan itu kepada beritasampit.co.id, Kamis sore.

Disaat kejadian itu Salbiah hendak mengantarkan anaknya berangkat sekolah ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Handil Sohor.

Baca Juga:   GEGER!!!! Sepasang Suami Istri di Jalan Jeruk II Hampir Terpanggang Si Jago Merah 

Ketika dirinya naik jembatan penyeberang depan rumahnya. Begitu sampai di ujung jembatan penyeberangan. Tak sengaja, dirinya menoleh menuju korban Jumantan yang dikira mandi menceburkan diri ke sungai.

“Saat itu melihat Jumantan yang mandi dikira sengaja becebur kesungai. Begitu mendengar ada teriakan ada yang menyambar. Ulun (saya) langsung berlari kesana Alhamdulillah sidin (korban) bisa selamat,” ujar Salbiah dengan dana sedih.

Kemunculan sang predator yang menyambar korban Jumatan, ternyata bukan kejadian yang pertama, keganas serangan buaya lapar di anak sungai desa itu sudah banyak masyarakat yang tau, kalau sungai desa tersebut banyak berkeliaran buaya.

Bahkan sekitar bulan Desember 2018 lalu, buaya pernah masuk dalam parit kebun warga dan berhasil ditangkap dengan menyerahkannya kepihak BKSDA kabupaten Kotim.

Baca Juga:   ​Luar Biasa Kurun Waktu 12 Jam, Polres Kotim Bekuk 4 Bandar Sabu di Sampit

Hal ini dibenarkan Sekretaris Desa Handil Sohor Azis, bahwa anak sungai Desa Handil Sohor yang aliran sungai induknya ke sungai Mentaya salah satu sungai yang banyak bintang buayanya.

”Korban siangnya dibawa pihak keluarga ke RSU Pratama Samuda. Ada 3 mata luka berlobang berkas gigitan buaya, dan empat luka goresan kecil sekitar 3- 4 Cm,” kata Azis Muslim dikantornya. Jumat (19/7/2019)

Bahkan katanya, kemunculan buaya sejak setahun belakangan itu sering memangsa peliharaan ternak warga, Buaya yang muncul berukuran sedang dan berwarna kuning.

“Buaya berukuran besar berwarna kuning terlihat oleh warga pada malam hari yang panjangnya mencapai puluhan meter,” ungkapnya.

(mar/beritasampit.co.id).