Sang Bum Cho : “Hutan Hujan Tropis Tanjung Puting, Harta Karun Umat Manusia”

277
Setalah Bupati meletakan batu pertama,disusul Wahyudi Kadis Pariwisata meletekan batu pertama pembangunan pusat pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Jalan Pemuda, Kecamatan Kumai, 

Editor : Maulana Kawit

PANGKALAN BUN – Direktur Biro Kebudayaan, Olahraga dan Kerjasama Internasional dari Pemerintah Daerah Otonom Provinsi Jeju, Kore Selatan (Korsel),Sang Bum Cho mengatakan hutan hujan tropis yang ada seperti hutan Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP) di Kumai,menjadi harta karun umat mamnusia.

Oleh karena itu lanjut Sang Bum Cho harus bersama – sama dijaga, tidak hanya bagi warga Indonesia tetapi juga untuk seluruh umat manusia yang ada dibumi ini harus sama-sama menjaganya.

Hal tersebut disampaikan Sang Bum Cho,dalam sambutan pidatonya pada acara Ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan pusat pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di jalan Pemuda Kota Kumai yang dibuka langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah, Kamis kemarin (18/7/2019).

Baca Juga:   Penerimaan PD dalam RAPBD Perubahan 2018 Sudah Miliki Kepastian Hukum

Manurut Sang Bum Cho tujuan membangun Comunity Based Tourism Center ialah ingin mengajak seluruh masyarakat untuk menyelamatkan hutan hujan tropis dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

“Hal ini menjadi alasan bagi kami menjalin persahabatan dengan pemerintah Kobar. Kedepan harapannya dapat membantu menyelamatkan hutan hujan tropis yang sangat penting bagi umat manusia dan dapat menyediakan lowongan pekerjaan bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati Hj Nurhidayah menyambut baik pembangunan pusat pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dengan bertujuan memberikan pengetahuan, keterampilan, peningkatan kewirausahaan pariwisata yang berkelanjutan atau ramah lingkungan yang berbasis masyarakat.

Baca Juga:   Menikmati Keindahan Tanjung Puting Para Turis Ternyata Juga Tertarik dengan Buku Komik Orangutan

Pembangun ini sendiri lokasinya dibangun di Kecamatan Kumai, karena Kecamatan Kumai mempunyai magnet atau daya tarik wisatawan lokal maupun asing.

“Karen dekat dengan hutan hujan tropis Taman Nasional Tanjung Puting,” ujar Bupati.

(man/beritasampit.co.id).