Penuturan Capten Kapal KLM Seruyan Raya Saat Kapal Karam

1336
TURUN : IM/BS - Para korban kapal karam KLM Seruyan Raya saat turun dari Kapal RB 305 milik Basarnas Pos Sampit menuju pangkalan Angkatan Laut Pos Samuda.

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Saat ditemui di Pos Angkatan Laut (AL), Samuda, capten Kapal KLM Seruyan Raya menuturkan bahwa peristiwa karamnya kapal itu akibat adanya kebocoran pada kapal yang ia nahkodai.

“Kapal yang saya bawa karam setelah adanya kebocoran dibagian bawahnya,” ngaku capten kapal Maman, saat di wawancarai di Posal Samuda, Minggu (21/7/2019).

Lanjut Maman, pada saat terjadinya kebocoran tersebut suasana gelombang laut dalam kondisi besar hingga membuat kapal KLM Seruyan Raya yang ia kemudikan langsung karam akibat hempasan gelombang.

Baca Juga:   ​Dispora Kotim Adakan Pelatihan Pembinaan Manajemen Organisasi Olahraga

Lebih jauh diceritakan Maman, setelah dirinya sadar bahwa kapal akan tenggelam akibat kebocoran itu. Ia mencoba membangun dua orang anak buah kapal yang sedang dalam kondisi tertidur.

“Saya merasakan bahwa kapal akan tenggelam, saat kapal akan mulai karam saya membangunkan dua orang anak buah kapal yang sedang tertidur,” ceritanya.

Setelah kapal karam lalu tenggelam, Maman beserta lima orang orang anak buah kapal lainnya diantaranya Abdullah, Jaenal, Heri, Ruji dan Yadi mencoba mengumpulkan puing-puing dari sisa kapal untuk dijadikan sebuah rakitan.

Baca Juga:   Dinding Gudang Semen Jebol

Beruntung sebelum tepat terjadinya kapal karam. Disebutkan Maman dirinya sempat menggunakan jaket pelampung serta mengumpulkan barang-barang yang dirasa bisa mengembang di atas permukaan air laut.

“Kami membuat rakitan dari pecahan kapal untuk menyelamatkan diri, setelah itu barulah saya mencoba mengabarkan kepada pihak keluarga saya yang ada di Sukamara bahwa kami telah mengalami musibah kapal karam di laut lepas pantai ujung pandaran,” sebut Maman.

(im/beritasampit.co.id).