Perjuangan Misi Kemanusiaan Kapal Karam

363
Komandan Basarnas Pos Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Suprapto saat berada di atas kapal RB 305 dalam perjalanan pulang menuju pelabuhan Sampit. 

Komandan Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional atau BASARNAS Pos Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Suprapto sibuk melakukan misi kemanusiaan penjemputan korban kapal karam.

Saat itu pada Hari Sabtu (20/7/2019) pada pagi hari nya sekitar pukul 07.40 Wib melakukan pemadaman kebakaran lahan di kawasan Jalan Lingkar Selatan Kota Sampit hingga ia lupa mengisi perutnya.

Pemadaman kebakaran di lingkar selatan sendiri memakan waktu selama seharian lebih. Kemudian pada sore hari sekitar pukul 17.30 Wib ia pulang kerumahnya untuk istirahat dan makan.

Kendati ingin menikmati santapan lezat dan mengisi perutnya yang kosong, Pria berusia 56 tahun itu malah mendapatkan informasi musibah terjadinya kapal karam di perairan laut pantai ujung pandaran wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dari Kotim.

Baca Juga:   Ingin Tahu? Kenapa Kubah Gedung DPR Unik Seperti Kura-Kura?

“Sore hari sebelum ibadah shalat magrib itu saya sudah ingin makan, tetapi tiba-tiba saja saya menerima informasi bahwa ada kapal yang karam di perairan laut pantai ujung pandaran dan ada 6 orang kru kapal yang sedang terombang-ambing,” kata Suprapto.

Untuk mengisi perutnya yang kosong, Suprapto mengganjal dengan makanan snack ringan seperti biskuit dan waver krim yang ditemani segelas air putih dan kopi hitam untuk menghilangkan rasa kantuknya.

Basarnas sendiri mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pengkoordinasian, dan pengendalian potensi SAR dalam kegiatan SAR terhadap orang dan material yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam pelayaran dan penerbangan.

Selain itu Basarnas sendiri memiliki peran serta dalam memberikan bantuan dalam bencana dan musibah lainnya sesuai dengan peraturan SAR nasional dan internasional. Secara jelas tugas dan fungsi SAR adalah penanganan musibah pelayaran dan atau penerbangan, atau bencana dan musibah lainnya dalam upaya pencarian dan pertolongan saat terjadinya musibah.

Baca Juga:   Melihat Geliat Kreatifitas Karya Seni Dari Getah Nyatu Asli Kalimantan

Penanganan terhadap musibah yang dimaksud meliputi dua hal pokok yaitu pencarian dan pertolongan.

“Kita di kantor semua mengutamakan tugas dan tanggungjawab, apabila ada misi kemanusiaan yang memanggil bahkan keluarga harus di tinggalkan dulu,” ucap Suprapto.

Dalam kegiatan penyelamatan 6 orang anak buah kapal (ABK), KLM Seruyan Raya yang mengalami karam Basarnas Pos Sampit menggunakan kapal Jenis Rescue Boat (RB) 305 dengan kekuatan 9 orang ABK.

(im/beritasampit.co.id).