Razia di Barak, Tim Gabungan Temukan Pasangan Selingkuh

7182
DIBINA : JMY/BS - Sebanyak 39 orang terjaring razia pekat dan digelandang ke kantor Satpol PP Kotim untuk diberikan pembinaan

Editor : Maulana Kawit

SAMPIT – Razia Penyakit Masyarakat (Pekat) yang menyasar di Tempat Hiburan Malam (THM) dan barak di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sedikitnya menangkap 39 orang, dua diantaranya adalah pasangan bukan suami istri, dan 37 orang diantarnya tidak memiliki tanda pengenal alias KTP.

Kasat Pol PP Kotim, Drs HM Fuad Sidiq, MM menerangkan, bahwa operasi gabungan bersama pihak terkait itu merupakan upaya untuk menciptakan kenyamanan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Ini memang tupoksi kami bekerjasama untuk mewujudkan Kota Mentaya (Menarik, Tertib, Aman dan Berbudaya. Dalam hal ini kita melibatkan TNI, Polri, Provos, Imigrasi, Disdukcapil dan lain-lain sesuai dengan ketentuan yang ada,” sebut Kasat Pol PP, Minggu (21/7/2019)

Baca Juga:   Langka... Anggota Dewan Bersama Anggota Polsek Tangkap Pencuri Sarang Walet...

Dalam operasi itu, tim mendapatkan pasangan bukan suami istri di salah satu barak atau rumah kontrakan di kawasan Baamang. Setelah di periksa tanda pengenalnya, mereka lantas di gelandang ke kantor Satpol PP Kotim guna diberikan pembinaan.

“Malam ini kita menemukan satu pasangan selingkuh, ini untuk pertama kalinya hanya satu pasang dalam razia. Biasanya kita mendapatkan lebih banyak pasangan di luar nikah daripada ini,” tukasnya

Setelah diberikan pembinaan dan penyuluhan oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kotim, pasangan tersebut lalu diserahkan kepada Dinas Sosial guna pembinaan lebih lanjut. Dalam hal tersebut, ia enggan menyebutkan identitas pasangan itu guna privasi yang bersangkutan.

Dia berharap kepada muda-mudi yang terjaring agar tidak lagi ditemukan saat razia selanjutnya. Fuad Sidiq juga menyebutkan bahwa suatu kewajiban di daerah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2010 dan di ubah menjadi Perda nomor 9 tahun 2015 tentang kependudukan.

Baca Juga:   Perhatian PKS di Kota Besi Minim, Ini Komentar Camatnya

“Banyak sekali yang terjaring hanya karena tidak memiliki KTP, sebanyak 37 orang. Di 2020 kita akan melakukan razia khusus KTP yang bekerja sama dengan Pengadilan Negeri dan Kejaksaan dan langsung sidang di tempat,” tegasnya

Menurut keterangan petugas, seluruh muda-mudi yang terjaring razia tidak ada pemain lama, dan tidak ada di bawah umur. Pihaknya juga menegaskan bahwa akan terus melaksanakan razia dan patroli guna pengamanan di objek wisata dan THM di kota Sampit.

(jmy/beritasampit.co.id)